Berita Kalteng

VIDEO Menengok Pengrajin Atap Kajang di Baamang Sampit

Peminat atap kajang di Kecamatan Baamang Kotim ternyata cukup banyak. Namun, sayangnya pengarajin kesulitan bahan baku baku daun nipah

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Atap dari daun nipah yang lebih dikenal dengan atap kajang, sudah jarang terlihat, jikapun ada jumlah pengrajiannya sangat terbatas.

Meski begitu, peminatnya ternyata cukup banyak, bahkan pengrajin terpaksa menolak, karena kekurangan bahan.

Daun Nipah, saat ini, di Kotawaringin Timur, sudah semakin menyusut, karena jenis tumbuhan atau pohon ini, adanya dipinggiran pantai, sehingga para pengrajin selama ini terpaksa menolak pemesan jika daun nipah sedang kosong.

Pengrajin atap kajang, mengaku mereka baru bisa bekerja jika bahan berupa daun nipah ada.

"Mereka yang memesannya kepada kami di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit ini, banyak saja, tapi bahannya sering kosong," ujar Marsih, salah satu pengrajin atap Kajang di Baamang Sampit, Jumat (18/6/2021).

Dikatakan dia, usaha pembuatan atap kajang tempatnya bekerja tersebut sudah ada sekitar dua puluh tahun yang lalu.

Dulunya, usaha rumahan membuat atap kajang tersebut bahannya mudah didapat, dan pembelinya tidak perlu menunggu, karena stok ada, tetapi saat ini, karena bahan kurang peminat banyak terpaksa bila habis bahan pihaknya tidak menerima pesanan dulu.

"Pemesan itu banyak saja. Tuh, barang yang sudah jadi semuanya sudah ada pemiliknya, mereka pesan duluan, sehingga ketika bahan daun nipah sudah ada yang dibeli dari Pantai Ujung Pandaran sekitar Kuala Pembuang, kami bisa langsung buatkan untuk pemesannya," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved