Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Realisasi Pajak Rokok di Kalsel Hingga Mei 2021 Sebesar 55,74 Persen

Laporan diterima Bakueda Provinsi Kalsel sudah tercapai sebesar 55,74 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp  258.094.128.867 pada 2021.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ALPRI WIDIANJONO
Kantor Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Realisasi penerimaan pajak rokok yang dilaporkan di Bakeuda Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Mei 2021, sebesar Rp 143.863.610.849. 

Laporan realisasi itu, sudah tercapai  sebesar 55,74 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp  258.094.128.867, pada 2021 ini. 

Adapun Pajak Daerah Provinsi Kalsel, khususnya pajak rokok untuk Tahun Anggaran 2021 sebagaimana target yang telah ditetapkan sebesar 81,87 persen. 

Sedangkan pada tahun 2020, target yang ditetapkan Rp 275 miliar dan sudah tercapai 100 persen. 

Baca juga: VIDEO Dinas Perhubungan Kabupaten Tala Akan Potong Bodi Karoseri yang Tak Standar

Baca juga: Jika Covid-19 Mengamuk, Rumah Sakit Idaman Kota Banjarbaru Siapkan 24 Bed Cadangan

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, H Rustamaji, Minggu (20/6/2021), membenarkan bahwa  hingga Mei target realisasi capaian pajak rokok sebesar 55,74 persen. 

Dia pun cukup optimis angka itu bisa Capai target hingga akhir tahun nanti. 

Diuraikan Rustamaji, untuk pendapatan dari tarif cukai rokok itu akan dibagi hasil. Pemerintah provinsi  memperoleh 30 persen dan 70 persennya diperoleh pemerintah kabupaten dan kota.

“Kami terima selama tahun 2020 dan awal tahun 2021 itu sekitar Rp 275 miliaran. Ini akan dibagi hasil,  30 persen untuk pemprov dan 70 persen lagi kepada pemerintah kabupaten dan kota,” rincinya.

Baca juga: Manfaat Madu Bagi Kesehatan Tubuh, Simak Cara Membedakan Asli dan Palsu

Baca juga: Daftar Harga dan Spesifikasi STB Bersertifikasi Kominfo, Alat Tambahan Penangkal Sinyal TV Digital

Lanjut H Rustamaji, bahwa pendapatan tarif cukai rokok tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi keperluan  sarana dan prasarana kesehatan di Kalsel.

“Adapun anggaran yang kami peroleh ini dialokasikan kepada BPJS, kesehatan masyarakat dan untuk ruang merokok,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved