BTalk

BTALK : Belum Lulus, Mahasiswa Politala Sudah Dipesan Dunia Kerja

Dr H Sihabuddin Chalid MPd, Dewan Penyantun Politala saat talkshow daring pada Program B-Talk di kampus Politala

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Capture Youtube BPost
TALKSHOW - Dewan Penyantun Politala Dr H Sihabuddin Chalid MPd talkshow daring pada Program B-Talk di kampus Politala, Senin (28/6). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski masih belia, namun Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala) telah mampu eksis. Minat masyarakat cukup tinggi sehingga jumlah mahasiswa bertambah signifikan dari tahun ke tahun.

Fasilitas yang dimiliki pun cukup lengkap. Di antaranya laboratorium teknologi informatika tercanggih yaitu kelas program apple macpro.

Alumninya pun banyak terserap dunia kerja, baik di lingkungan perusahan besar swasta, pemerintahan maupun yang berwiraswasta. Di antaranya juga mendapat beasiswa ke luar negeri.

Di balik eksistensi tersebut, sejarah pendiriannya sarat tantangan yang tak ringan.

Berikut petikan wawancara BPost bersama Dr H Sihabuddin Chalid MPd, Dewan Penyantun Politala yang berperan besar pada pendirian Politala.

Bagaimana sejarah awal pendirian Politala?
Mental creation. Inilah yang mendasari lahirnya Politala. Berawal dari keprihatinan dimana Kabupaten Tanahlaut (Tala) yang berlimpah sumber daya alam namun minim sumber daya manusia yang terampil. Itu jadi pikiran saya.

Saat itu di Tala cuma ada sekitar 17 sekolah lanjutan atas dengan jumlah lulusan tiap tahun sekitar 2.500 orang. Namun yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya 1--15 persen saja. Kondisi demikian sangat memprihatinkan di tengah kekayaan alam yang luar biasa.

Saya kemudian sharing dengan sejumlah tokoh, diskusi-diskusi mengenai hal itu. Tercetus gagasan di Tala harus ada perguruan tinggi dan mendapat respons sangat baik dari Bupati Tala (H Adriansyah). 

Setelah kami telusuri ternyata sebelumnya sebenarnya juga sudah pernah dua kali sejumlah tokoh mendirikan perguruan tinggi namun tidak berhasil, izin operasional tidak pernah terbit. Belajar dari pengalaman itu, kami kemudian membentuk team work bekerjasama dengan Dewan Pedidikan.

Itu pun tak berjalan lancar, beberapa kali kandas, namun terus dicoba dan dicoba dengan melengkapi semua hal yang diperlukan. Di antaranya jaminan pendanaan dari pemerintah daerah dan dukungan dunia usaha. Saat itu tahun 2005 kami usul tapi juga dapat tantangan karena saat itu ada moratorium pendirian perguruan tinggi.

Upaya terus saya lakukan bersama kawan-kawan hingga akhirnya mendapat izin operasional. Agustus 2009 mulai menerima mahasiswa baru dan dapat 103 orang. September 2009 perkuliahan dimulai. Gedung kampus kala itu dibangun dari CSR kalangan perusahaan dan bantuan pemerintah daerah.

Selanjutnya seperti apa perkembangannya?
Alhamdulillah sarana prasarana terus diengkapi dan animo masyarakat juga cukup tinggi. Ditopang dukungan pemerintah daerah dan kalangan dunia usaha yang bersedia menampung lulusan Politala.

Fasilitas apa saja yang sekarang dimiliki?
Sekarang sudah cukup lengkap, punya gedung kuliah dan lab jurusan yang memadai, tenaga pendidik (dosen) yang cukup dan semua serendahnya telah berpendidikan magister (S2).

Saat ini Politala juga memiliki sejumlah layanan publik seperti perpustakaan, layanan bahasa, ICT, pusat penelitian P3M, pusat penjaminan mutu P4M, unit kewirausahaan, klinik layanan kesehatan. Lalu, klinik psikolog, pelayanan terpadu (PTSP), pusat pelayanan informasi, kantor urusan luar negeri dan hubungan kerjasama, BEM dan DPM, Hima dan UKM.

Berapa jumlah mahasiswa yang ada sekarang?
Saat ini jumlah mahasiswa 1.260 orang. Tahun ajaran baru 2021/2022 sudah hampir 500 orang yang mendaftar. Alhamdulillah peminat terus bertambah dari waktu ke waktu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved