Harga Emas

Harga Emas Hari Ini : Terbaru Harga Satu Emas Antam Rp 932.000, Turun Rp 1.000 Per Gram

Update harga emas hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Selasa (29/6).

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas menunjukan logam mutia di Butik Emas Antam, Komplek pertokoan DP Mal, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (4/8/2015). Dalam satu pekan ini harga logam mulia relatif stabil berkisar Rp 559 ribu per gram dari bulan Juli 2015 mencapai Rp 565 ribu per gram. 

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Saat ini investasi emas telah menjadi primadona di berbagai kalangan usia, mulai dari generasi milenial hingga generasi baby boomers.

Kabarnya, investasi emas juga lebih untung dibanding investasi lainnya. Lalu, apa saja keuntungan tersebut?

Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan.
Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. (ANTARA FOTO/FB ANGGORO)

Melansir Kontan.co.id, 2 Agustus 2019, simak keuntungan investasi emas berikut ini:

1. Jadi alat tukar saat krisis

Semua negara pasti pernah mengalami krisis keuangan. Untuk terhindar dari krisis itu, sebenarnya bisa mengandalkan tabungan emas yang Anda miliki untuk digunakan menjadi alat tukar saat mata uang tengah tak terkendali.

Apalagi, emas biasanya tidak terpengaruh inflasi sehingga lebih terkendali. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, saat ini orang semakin banyak berlomba-lomba menabung emas karena dapat digunakan sebagai alat tukar saat terjadi krisis.

"Dari sisi makro, saat negara mengalami krisis, emas bisa menjadi alat tukar. Hari ini banyak orang China orang Jepang beli emas, soalnya negara akan banyak tertopang oleh emas yang dimiliki masyarakatnya. Jadi kalau krisis enggak pusing lagi kita," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Kamis (1/8).

Baca juga: OJK Kalteng Apresiasi Pembentukan TPKAD Sukamara untuk Pemulihan Program Ekonomi Nasional

2. Jadi dana darurat

Selain terhindar dari inflasi, emas bisa disetarakan dengan dana tunai karena lebih mudah dicairkan. Penggunaannya pun bisa dimaksimalkan untuk dana darurat ataupun kebutuhan mendesak lainnya.

"Emas bisa disetarakan dengan cash kalau kita perlu duit mendadak. Kalau dicairkan itu bunganya pasti murah. Artinya, tabungan emas bisa memberikan kemudahan dan lebih menyejahterakan," kata Kuswiyoto.

3. Tak ada bunga

Tabungan emas ada yang berbunga namun ada juga yang tak menggunakan bunga. Di Pegadaian sendiri, tabungan emas tak akan dipotong bunga.

Pasalnya kata Kuswiyoto, Pegadaian menggunakan prinsip syar'i sehingga keuntungan yang diperoleh nasabah berasal dari harga emas itu sendiri.

"Enggak ada bunga, kita cuma potong biaya administrasi sekali saja, biaya titip istilahnya. Kalau emasnya mau dijual lagi enggak ada potongan biaya lagi," ungkap Kuswiyoto.

EMAS-Transaksi jual beli di Butik Emas LM Banjarmasin.
EMAS-Transaksi jual beli di Butik Emas LM Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved