Harga Emas
Harga Emas Hari Ini : Terbaru Harga Satu Emas Antam Rp 932.000, Turun Rp 1.000 Per Gram
Update harga emas hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Selasa (29/6).
BANJARMASINPOST.CO.ID - Turun harga. Update harga emas keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Selasa (29/6).
Terbaru harga satu emas Antam Rp 932.000. Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas terbaru ini turun Rp 1.000 jika dibandingkan dengan harga Senin (28/6) yang berada di level Rp 933.000 per gram.
Dilansir kontan.co.id, Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 827.000 per gram. Harga tersebut juga turun Rp 1.000 dari harga buyback pada Senin (28/6) yang ada di Rp 828.000 per gram.
Antam mengeluarkan berbagai berat emas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Baca juga: Yuk, Investasi Emas di Bank Kalsel Syariah
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Menguat Tipis, Berikut Daftar 10 Harga Kripto
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Selasa (29/6) dan belum termasuk pajak:
Harga emas 0,5 gram: Rp 516.000
Harga emas 1 gram: Rp 932.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.435.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.815.000
Harga emas 25 gram: Rp 21.912.000
Harga emas 50 gram: Rp 43.745.000
Harga emas 100 gram: Rp 87.412.000
Harga emas 500 gram: Rp 436.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 872.600.000
Baca juga: Bincang Bisnis di Banjarmasin Bahas Ciptakan Generasi Emas untuk Jawab Tantangan Industri 4.0
Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.
Saat ini investasi emas telah menjadi primadona di berbagai kalangan usia, mulai dari generasi milenial hingga generasi baby boomers.
Kabarnya, investasi emas juga lebih untung dibanding investasi lainnya. Lalu, apa saja keuntungan tersebut?
Melansir Kontan.co.id, 2 Agustus 2019, simak keuntungan investasi emas berikut ini:
1. Jadi alat tukar saat krisis
Semua negara pasti pernah mengalami krisis keuangan. Untuk terhindar dari krisis itu, sebenarnya bisa mengandalkan tabungan emas yang Anda miliki untuk digunakan menjadi alat tukar saat mata uang tengah tak terkendali.
Apalagi, emas biasanya tidak terpengaruh inflasi sehingga lebih terkendali. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, saat ini orang semakin banyak berlomba-lomba menabung emas karena dapat digunakan sebagai alat tukar saat terjadi krisis.
"Dari sisi makro, saat negara mengalami krisis, emas bisa menjadi alat tukar. Hari ini banyak orang China orang Jepang beli emas, soalnya negara akan banyak tertopang oleh emas yang dimiliki masyarakatnya. Jadi kalau krisis enggak pusing lagi kita," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Kamis (1/8).
Baca juga: OJK Kalteng Apresiasi Pembentukan TPKAD Sukamara untuk Pemulihan Program Ekonomi Nasional
2. Jadi dana darurat
Selain terhindar dari inflasi, emas bisa disetarakan dengan dana tunai karena lebih mudah dicairkan. Penggunaannya pun bisa dimaksimalkan untuk dana darurat ataupun kebutuhan mendesak lainnya.
"Emas bisa disetarakan dengan cash kalau kita perlu duit mendadak. Kalau dicairkan itu bunganya pasti murah. Artinya, tabungan emas bisa memberikan kemudahan dan lebih menyejahterakan," kata Kuswiyoto.
3. Tak ada bunga
Tabungan emas ada yang berbunga namun ada juga yang tak menggunakan bunga. Di Pegadaian sendiri, tabungan emas tak akan dipotong bunga.
Pasalnya kata Kuswiyoto, Pegadaian menggunakan prinsip syar'i sehingga keuntungan yang diperoleh nasabah berasal dari harga emas itu sendiri.
"Enggak ada bunga, kita cuma potong biaya administrasi sekali saja, biaya titip istilahnya. Kalau emasnya mau dijual lagi enggak ada potongan biaya lagi," ungkap Kuswiyoto.
Tak hanya itu, Kuswiyoto pun menjamin investasi emas di Pegadaian 100 persen terjamin fisiknya meski menggunakan platform digital dalam transaksi emas, bukan hanya emas virtual yang tak ada fisiknya.
4. Lebih aman
Karena mampu terhindar dari inflasi dan suku bunga tinggi, investasi emas bisa dibilang lebih aman dibanding instrumen investasi lainnya. Fluktuasi emas tidak se-ekstrem fluktuasi saham maupun mata uang kripto.
Direktur Pengembangan Produk dan Pemasaran Pegadaian Harianto menyarankan, berinvestasi emas jika aset Anda ingin aman. Walaupun aman, ada baiknya portofolio investasi tak semuanya ditaruh di investasi emas. Diversifikasikan sesuai profil risiko Anda.
"Kita tidak sarankan semua portofolionya di emas ya, tapi paling tidak, kalau mau aman 10 persen dari aset kita itu dalam bentuk emas," ujar Harianto.
Baca juga: VIDEO Promo Back To School, Gramedia Obral Diskon Buku Tulis dan Tas
5. Hasilkan keuntungan
Tak seperti saham dan mata uang kripto pada umumnya, menyimpan emas justru menghasilkan keuntungan.
Pasalnya menurut Harianto, emas memang cenderung stabil dari zaman dulu hingga hari ini.
Menyimpan emas ini tidak menghasilkan return cash flow, tapi akan menghasilkan capital gain.
"Capital gain ini akan terasa kalau mainnya panjang, 8-10 tahun ini bisa 7-8 persen. Jadi cocok untuk milenial daripada kripto yang enggak jelas naik turunnya," kata Harianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/harga-emas_20171219_161859.jpg)