Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pemprov Kalsel Cari Solusi Perusahaan Sawit Terlanjur Masuk Kawasan Hutan

Tak hanya kegiatan tambang, perkebunan kelapa sawit nyatanya juga merambah kawasan hutan di Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL
ilustrasi:Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA, tanam bibit pohon kelapa sawit di lokasi Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR di Desa Kait-Kait, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Senin (12/4/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tak hanya kegiatan tambang, perkebunan kelapa sawit nyatanya juga merambah kawasan hutan di Kalsel.

Pemprov Kalsel tengah mendata kebun sawit yang terlanjur masuk dalam kawasan hutan. Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA usai membuka Rakor Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) 2021-2024 Provinsi Kalsel di Hotel Roditha Banjarbaru, Jumat (2/7/2021) menyatakan keterlanjuran usaha sawit masuk dalam kawasan hutan akan dicari strategi penyelesaiannya.

Dengan skema yang sesuai perundang-undangan pihaknya akan mencari solusi agar lahan kebun sawit tak masuk dalam kawasan hutan namun perusahaan tetap terus menjalankan usaha dan tidak menggangu kondusifitas pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

"Kita akan cari skema-skema untuk penyelesaian, kita juga sudah mengundang KLHK perusahaan sawit ini masuk dalam kawasan hutan lindung, APL, atau hutan industri," ujarnya.

Baca juga: Diduga Putus Tali Gas, Truk Bermuatan Sawit Terjungkal di Jembatan Rumpiang Marabahan

Baca juga: Truk Sawit Lewat Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit Kalteng Dibatasi Maksimal 8 Ton

Baca juga: Permintaan Truk Masih Tinggi di Kalsel, Terutama dari Perkebunan Sawit dan Tambang Batu Bara

Baca juga: Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Sawit Tapin Tengah, Junaidi Izin ke Keluarga Berangkat Menjala Ikan

Sementara Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi membenarkan jika ada beberapa perusahaan sawit yang kebunnya masuk kawasan hutan.

"Sekarang kita sedang validasi data jumlah perusahaan sawit termasuk yang terlanjur masuk kawasan hutan, kita sudah bentuk tim berdasarkan SK gubernur," ujarnya.

Hingga kini tambah Suparmi data perusahaan sawit masih bergerak sehingga belum didapatkan jumlah tetap.

"Saya belum berani menyampaikan jumlahnya karena datanya masih bergerak," ujarnya.

Penyelesaian kebun sawit masuk kawasan hutan ini tambah Suparmi juga dalam rangka percepatan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO). Dengan ISPO semua penyuplai tandan buah segar (TBS) sawit bisa menyuplai ke pabrik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved