Breaking News:

Berita Kalteng

Truk Sawit Lewat Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit Kalteng Dibatasi Maksimal 8 Ton

Pemprov Kalteng, Pemkab Kotim dan pengusaha perkebunan kelapa sawit akan perbaiki Jalan Lingkar Selatan Sampit atau Jalan Mohammad Hatta yang rusak.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Jalan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, belum diperbaiki secara permanen. Hanya sekitar 150 meter bagian utara jalan yang sudah dibeton. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya membantu perbaikan Jalan Rusak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Untuk itu, Pemprov Kalteng bersama Pemkab Kotim dan pelaku usaha terutama Perkebunan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit telah melakukan pertemuan.

Perbaikan ruas Jalan Rusak di Lingkar Selatan Sampit atau Jalan Mohammad Hatta, hingga Senin (28/6/2021),  belum dilakukan secara permanen.

Baru pada tahap penimbunan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan, terutama yang berlubang, agar  bisa dilalui Truk sawit atau kendaraan lainnya.

Jalan Lingkar Selatan Sampit yang statusnya tanggung jawab Pemprov Kalteng tersebut, selama ini kebanyakan dilalui truk pengangkut buah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) menuju Pelabuhan Bagendang untuk pengapalan.

Baca juga: VIDEO Cegah Varian Delta di Palangkaraya, Pengawasan Penumpang di Bandara Tjilik Riwut Dioptimalkan

Baca juga: Pembalakan di Kalteng, Polairud Polda Amankan 400 Log di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim

Direncanakan, perbaikan Jalan Rusak tersebut akan dibangun dengan dana patungan, yakni dari Pemprov KaltengPemkab Kotim dan pengusaha perkebunan kelapa sawit.

Targetnya, jalan yang masih belum dibangun permanen tersebut, bisa dibangun secara permanen.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, memimpin pertemuan lanjutan untuk penanganan Jalan Rusak di Kota Sampit, Kabupaten Kotim tersebut.

Dia berupaya membangun kesepakatan dan sinergi dalam upaya menjaga kualitas jalan dan kebersamaan dalam memperbaikinya. 

“Kami berharap kerja sama dalam penanganannya, sehingga perbaikannya dilakukan dengan baik secara bersama-sama. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita berkontribusi dalam pembangunan di Kalteng, sehingga bisa mewujudkan Kalteng Makin Berkah,” ujarnya.

Baca juga: Tenggelam di Kalteng : Bocah Dua Tahun  di Palangkaraya Tewas Mengapung di Parit

Baca juga: Narkoba Kalteng, Pemilik Sabu Duduk Santai Saat Didatangi Petugas Polres Kotim

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan, ruas jalan tertinggi adalah jalan kelas 3.

Kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan angkutan dengan muatan paling tinggi seberat 8 ton dan panjang tidak lebih dari 9 meter.

Ditegaskannya, Dishub Kalteng akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pengangkutan hasil produksi pertambangan dan perkebunan yang menggunakan jalan umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Pengawasan dan pengendalian itu berupa optimalisasi jembatan timbang dan rambu-rambu lalulintas. Pengawasan ini dilakukan secara koordinatif antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, serta  masyarakat,” ujarnya

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved