Wabah Corona di Kalsel

Update Covid-19 Tanahbumbu : Terjadi Lonjakan, Tim Gugus Tugas Bagun Tenda Darurat di RSUD Tanbu

Sempat melandai, kini di Tanahbumbu mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup sifnifikan

Penulis: Man Hidayat | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Tenda darurat Covid-19 di RSUD Tanbu yang disiapkan Tim Gugus Tugas Covid Tanbu, dipantau Wakil Ketua DPRd Said Ismail Kholil Alaydrus, Minggu (4/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pandemi Covid-19 hingga kini masih belum berakhir bahkan sebaliknya, terjadi lonjakan pasca Lebaran Idul Fitri 2021.

Di Kabupaten Tanahbumbu Kalimantan Selatan, sempat menurun bahkan tersisa 12 kasus saja dan Tanbu tak masuk zona merah lagi dari 12 kecamatan dan lebih banyak zona hijau.

Namun beberapa hari ini, satu kecamatan kembali berubah menjadi zona merah.

Kenaikan tiap hari belakangan ini mengakibatkan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif dan masih dalam perawatan melonjak hingga diatas 200 kasus positif.

Baca juga: Update Covid-19 Kalsel : Lonjakan Kasus Terjadi, Terbanyak Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar

Baca juga: Update Covid-19 Banjarbaru : Terkonfirmasi Positif Bertambah 53 Kasus, Tersebar di 13 Kelurahan

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Positif Bertambah 6, Suspek 56 Orang, Dirawat 30

Tim Gugus Tugas melalui BPBD Tanahbumbu, terpaksa bangun Tenda darurat untuk penanganan Covid-19 di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanahbumbu. 

Menurut Kepala BPBD Tanbu, Eryanto Radi, Minggu (4/7/2021), saat ini jajarannya bersama dengan anggota TRC,  telah mendirikan tenda darurat di lokasi RSUD untuk mengantisipasi lonjakan.

" Rencana ada juga di gedung Mahligai Bersujud 2 dekat masjid Agung Nurussalam sebagai rumah sakit darurat selain itu di puskesmas yang ada ruang inapnya, juga menjadi alternatif," katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanbu, H Setia Budi mengakui, naiknya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Tanahbumbu.

Penyebabnya, apakah ada virus baru atau tidak, tentu belum bisa dipastikan. Namun saat diswab ternyata banyak yang positif.

" Belum bisa dipastikan karena sample harus dikirim ke Jakarta, kita juga masih menunggu informasi dari provinsi apakah ada varian baru atau tidak. Yang jelas kita berharap semuanya baik-baik," katanya.

Setia Budi juga menyebutkan, data update hingga Minggu (4/7/2021) ada sebanyak 207 yang aktif positif Covid-19.

Jumlah itu terbagi di beberapa di karantina di RSUD, Hotel Tanah Bumbu dan ada yang isolasi mandiri dengan penerapan PPKM.

"Sebagai antisipasi, maka dibuatlah tenda darurat di RSUD dan sejumlah tempat yang bisa dijadikan tempat darurat bila diperlukan," katanya.

Ditanya apa faktor penyebab naiknya angka kasus positif covid-19 ? Setia Budi menjelaskan karena sejumlah faktor di Juni 2021 ini.

"Juni setelah lebaran Idul Fitri, banyak pelaku pejalan luar daerah, baik itu dari perusahaan dan kalangan perorangan atau keluarga," katanya.

Penyebab lainnya, lantaran kepatuhan masyarakat mulai menurun. Padahal, pandemi belum berakhir namun warga mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Baca juga: Tim Pakar ULM : Jika Diserang Varian Delta, Bisa Terjadi Ledakan Kasus Covid-19

Terpisah, Direktur RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanbu, dr Yandi, saat ditemui, mengatakaan di rumah sakit menyediakan 46 tempat untuk pasien yang terpapar Covid-19.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 35 orang yang masih dirawat dan yang masih masa transisi penyembuhan.

" Jadi tidak penuh. Kenapa ada tenda darurat yang bangun disamping ruang isolasi, karena dianggap perlu antisipasi. Di tenda darurat itu menyiapkan 12 bed," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved