Berita Banjarbaru

VIDEO Kebakaran di Sidomulyo, Kakek Anang Tewas Terbakar

Kobaran api muncul dari rumah warga di Komplek Sidomulyo Raya, Rt 7, Rw 9 , Blok 8, Landasan Ulin, Banjarbaru , Sabtu (10/7/2021).

Tayang:
Penulis: Siti Bulkis | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kobaran api muncul dari rumah warga di Komplek Sidomulyo Raya, Rt 7, Rw 9 , Blok 8, Landasan Ulin, Banjarbaru , Sabtu (10/7/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima dari Ketua Rt Kasmudi, api membakar satu rumah milik Rori.

"Satu rumah terbakar dan saat ini rekan relawan sedang berupaya memadamkan api," kata Ketua Rt 07, Kasmudi.

Untuk kejadiannya sekitar pukul 14.55 wita. Dan masih berdasarkan keterangan Kasmudi ada satu orang korban di lokasi.

Berdasarkan keterangan Banjarmasinpost.co.id peroleh diketahui rumah merupakan milik Rory Negara dan yang menjadi korban adalah Anang Norman (80).

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Kepulan Asap Terlihat Dari Sela-Sela Atap Kiri dan Kanan Rumah Rori

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Pintu Rumah Rori Didobrak Karena Terkunci Saat Api Berkobar

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Saat Api Berkobar, Kakek Anang Sedang Sendirian Di Rumah

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Sebelum Meninggal, Kakek Anang Sempat Lari Ke Kamar Mandi

"Dari musibah kebakaran yang terjadi ada satu orang korban yang meninggal dunia akibat terbakar, yaitu Anang Norman (80)," ujarnya.

Diketahui, beliau mengalami masalah penglihatan.

Ditambahkan Saksi Agus dan Marjan, Almarhum saat kejadian tengah sendiri, sementara keluarga sedang ada keperluan pergi keluar.

"Awalnya itu lihat anak-anak pada ramai, pikir saya ada orang berkelahi. Namun, setelah saya cek ternyata ada api di rumah Rori," ujar Agus.

"Lalu, saya bersama Pak Marjan berupaya untuk memadamkan api. Akan tetapi, rumah itu dalam keadaan terkunci," lanjutnya.

Dikarenakan Agus tahu di dalam ada Almarhum Kakek Anang Norman (80), pintu itu pun di dobrak.

"Sayangnya kami tidak dapat masuk ke dalam, sebab saat pintu berhasil di dobrak api sudah terlihat besar," ceritanya.

Barulah setelah Relawan BPK Griya Ulin Permai datang dan Relawan lainnya, ia dan warga lainnya berani masuk mengambil barang-barang yang bisa di selamatkan.

"Kejadiannya cukup cepat," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved