Berita Kotabaru

Mulai Besok Disdikbud Kotabaru Berlakukan PTM Terbatas, Seminggu Dua Kali Pertemuan

Mulai besok tepat dimulainya tahun ajaran baru, Disdikbud Kotabaru melaksanakan PTM terbatas. Selama dua kali dalam sepekan ada pertemuan

Tayang:
Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kotabaru, Selamat Riyadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sesuai rencana,  mulai besok Senin, 12 Juli 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru,memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di semua sekolah di Kotabaru. 

Kebijakan PTM terbatas ini mengacu SKB 4 Menteri dimana saat ini Kotabaru, status wilayah zona kuning dan hijau.

"Salah satu alasan Disdikbud melakukan PTM mulai besok dari jenjang PAUD, SD hingga SMP dan sederajat karena kita berada di zona hijau dan orange,"ungkap Kadisdikbud Selamat Riyadi, Minggu (11/7/2021).

Dikemukakan Kadisdikbud Kotabaru, secara umum PTM terbatas menjadi kewenangan kabupaten. Apalagi, lebih 95 persen orangtua setuju untuk dilaksanakan PTM terbatas. 

Baca juga: PTM di Balangan Ditunda, Disdik Sebut Tergantung Hasil Rakor di Pemprov Kalsel

Baca juga: Anak Banyak Main HP, Ortu Siswa di Banjarbaru Kecewa PTM Kembali Dutunda

Baca juga: Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM Soroti Rencana PTM di Banjarmasin

"Ini tahap awal dulu. Namanya juga pertemuan tatap muka terbatas," ujar Selamat kepada banjarmasinpost.co.id,

Terkait PTM terbatas ini, sekolah sudah menyusun jadwal 2 kali pertemuan seminggu. Dengan jumlah maksimum 14 orang per kelas. Sedangkan lama pelajaran 2 jam.

"Semoga daerah kita (Kotabaru) tidak ada peningkatan angka covid-19," harap Selamat.

Sementara itu, Rian salah satu orangtua siswa di sebuah sekolah dasar, menyetujui PTM terbatas diberlakukan Disdikbud ke seluruh jenjang sekolah. Dengan alasan, sudah terlalu lama siswa belajar daring.

Ia juga beralasan, setuju diberlakukan PTM terbatas dengan harapan interaksi pelajaran diserap siswa lebih maksimal dibanding sistem daring atau belajar dari rumah.

"Belajar dari rumah ya kalau orangtua tidak ada kesibukan bisa mendampingi anaknya. Tapi sebaliknya orangtua ada kesibukan hanya bisa memonitor," katanya.

Baca juga: Masuk Zona Oranye, Siswa di Tujuh Kelurahan di Banjarmasin Terpaksa Tunda PTM Terbatas

Kendati demikian, diberlakukan PTM terbatas, Rian tetap berharap sekolah melaksanakannya agar mengedepankan protokol kesehatan. Selain membatasi jumlah siswa setiap kelasnya.

Tidak mengadakan kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan. "Mudah-mudahan pandemi segera berakhir," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved