Euro 2020

Rashford, Sancho & Saka Dapat Serangan Rasialis dari Hooligan Inggris, FA Bersikap

Kekalahan Inggris di final Euro 2020 (Euro 2021) dari Italia membuat Hooligan menyerang tiga pemain yang disebut sebagai biang kerok.

Editor: Rahmadhani
NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Ilustrasi - Fans timnas Inggris membentangkan bendera kebesaran jelang laga kontra Bulgaria pada babak Kualifikasi Euro 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kekalahan Inggris di final Euro 2020 (Euro 2021) dari Italia membuat Hooligan menyerang tiga pemain yang disebut sebagai biang kerok.

Inggris kalah dari Italia dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan Extra-time.

Tiga penendang penalti Inggris, yang semuanya adalah pemain muda, gagal mencetak gol ke gawang Italia, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

Inggris pun kalah 3-2 lewat adu penalti dan harus merelakan gelar juara Euro 2021 jatuh ke tangan ke Italia.

Laga ini digelar di stadion kebanggaan Inggris sendiri, Stadion Wembley dan ditonton sebanyak 60 ribu pasang mata suporter Inggris.

Slogan 'Football's Coming Home' yang kencang mereka teriakkan, berganti dengan olok-olok suporter Italia yang membentangkan tulisan 'Football's Coming to Rome'.

Baca juga: Reaksi Southgate Usai Kekalahan Inggris dari Italia di Final Euro 2020 Lewat Adu Penalti

Baca juga: Isi Bisikan Neymar ke Lionel Messi di Tengah Pesta Argentina Juarai Copa America 2021

Kekalahan Inggris itu membuat harapan suporter Inggris berubah menjadi kekecewaan. Sejumlah besar malah berubah menjadi amarah yang mereka luapkan di media sosial.

Dilaporkan Daily Mail, ketiga penendang penalti Inggris yang gagal melaksanakan tugas dalam babak adu penalti, Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka menjadi sasaran kemarahan suporter.

Hooligan, suporter garis keras Inggris, dilaporkan menyerang secara verbal terhadap ketiga pemain tersebut dengan ujaran rasialis.

Baik Rashford, Sancho, dan Saka secara kebetulan merupakan para pemain keturunan yang berkulit gelap.

Tak lama setelah Italia merungkuh trofi Piala Eropa kedua mereka, akun media sosial ketiga eksekutor gagal Inggris itu dilaporkan dibanjiri serangan rasialis.

Kepolisian Inggris dilaporkan sampai turun tangan soal ini.

"FA (asosiasi sepakbola Inggris) mengecam aksi mereka dan menyebut tidak mengakui mereka sebagai fans Inggris. Polisi berjanji akan menyelidikinya," tulis Daily Mail dalam laporannya.

Kekalahan ini sendiri memperpanjang penantian Inggris untik bisa meraih trofi turnamen akbar sejak mereka memenangkan Piala Dunia pada 1966, 55 tahun yang lalu.

Kapten Inggris Harry Kane menyemangati rekan-rekannya setalah kalah adu penalti dari Italia di babak final Euro 2021
Kapten Inggris Harry Kane menyemangati rekan-rekannya setalah kalah adu penalti dari Italia di babak final Euro 2021 (Instagram @england)

* Drama Adu Penalti

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved