Ekonomi dan Bisnis
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani Tindaklanjuti Info Kenaikan Harga Tabung Oksigen
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, datangi distributor CV Indrapurna Banjarmasin dan PT Samator di Banjarbaru memastikan stok dan harga aman.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keperluan fasilitas kesehatan terkait ketersediaan oksigen untuk pasien, terutama dalam penanganan Covid-19, menjadi perhatian Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, melakukan peninjauan ke lapangan. Utamanya, mengenai stok dan harga yang dikabarkan naik.
Dia melakukan kunjungan ke distributor maupun industri oksigen di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.
Kunjungan pertama dilakukan ke distributor CV Indrapurna Banjarmasin dan kemudian ke industri dan distributor PT Samator di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Baca juga: PLN Salurkan Bantuan Oksigen ke Sejumlah RS di Jawa Tengah
Baca juga: Harga Tabung Oksigen Naik, Kepala Dinkes Kalsel Tegaskan Tidak Terjadi Kelangkaan
"Setelah dijelaskan oleh perwakilan menejemen kedua perusahaan tersebut bahwa saat ini pasokan dari Jawa Timur dan Tarakan Kalimantan Utara masih lancar dan relatif normal. Permintaan dari rumah sakit dan masyarakat tuk keperluan medis, memang meningkat. Namun, Stok Tabung Oksigen masih cukup dan aman, " urai Birhasani kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (15/7/2021).
Kemudian, dia mengaku, memberi masukan kepada kedua perusahaan agar lebih mengutamakan untuk keperluan medis.
Serta, patut mewaspadai pada pembelian perorangan atau umum dalam jumlah yang banyak. "Karena ini dikhawatirkan terjadinya penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi," tegasnya.
Baca juga: Dukung Penanggulangan Covid-19, PLN Jaga Keandalan Listrik Pabrik Oksigen di Kalsel
Baca juga: Antisipasi Gelombang Kasus Covid-19, Kapolresta Banjarmasin Pastikan Stok Oksigen Aman
Untuk itu, sambung Birhasani, perlu pembatasan jumlah tabung untuk keperluan pribadi non medis.
"Pihak distributor juga perlu menjaga stabilitas harga, terutama di tingkat subdistributor atau pengecer yang menjadi mitranya," imbuh dia.
Untuk keamanan Stok Tabung Oksigen di Kalsel, lanjutnya, semua pihak harus turut menjaga dan mengawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan, penimbunan maupun hal lainnya yang bisa mengganggu keamanan ketersediaan dan kelancaran distribusinya.
Sebelumnya informasi beredar bahwa tabung oksigen yang tadinya harga Rp 65 ribu naik menjadi harga Rp 100 ribu lebih. Namun meski naik, ditegaskan bahwa tidak langka.
(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-dinas-perdagangan-kadisdag-kalsel-birhasani-saat-ke-distributor-oksigen-memastikan-stok-aman.jpg)