Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Kasus Covid Melonjak, Pemkab HST Perpanjang Penundaan PTM

Berdasarkan hasil evaluasi bersama Forkopimda HST terjadi lonjakan jumlah orang terkonfirmasi positif covid 19

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pj Sekda HST HM Yani didampingi Plt Kadisdik HST HM Anhar saat memberikan keterangan pers terkain perpanjangan PTM,Jumat (16/7/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemkab Hulu Sungai Tengah memperpanjang penundaan belajar tatap muka (PTM) satu minggu ke depan.

Sebelumnya penundaan juga dilakukan dari target pelaksanaan PTM 12 Juli 2021 lalu.

Adapun alasan penundaan, karena berdasarkan hasil evaluasi bersama Forkopimda HST terjadi lonjakan jumlah orang terkonfirmasi positif covid 19.

"Melihat kondisi saat ini, grafik penambahan kasus terkonfirmasi positif covid sangat naik. Rumah sakit merawat banyak pasien, meski saat ini status kita berada di zona orange, belum merah," kata Sekda HST Muhammad Yani, didampingi Plt Kadisdik M Anhar saat konfrensi pers Jumat (16/7/2021) siang.

Baca juga: Tak Cukup Dana untuk Bangun Jembatan, Warga Desa Baru Kabupaten HST Buka Donasi

Baca juga: Disdik HST Usulkan Pembangunan Sekolah Rusak Total akibat Banjir Masuk APBD Perubahan

Hasil rapat evaluasi tersebut kata Yani menyimpulkan bahwa keselamatan dan kewaspadaan serta ketelitian penting dilakukan melalui PPKM di tingkat desa dengan mengutamakan pengendalian.

"Jadi untuk PTM pun kita tunda selama satu minggu ke depan, kemudian menguatkan PPKM mikro di desa-desa," kata Yani. Di

sebutkan, berdasarkan hasil evaluasi selama ini PPKM mikro lebih banyak berupa spanduk.

Padahal diamanatkan 8 persen dana alokasi desa untuk kegiatan PPKM mikro yang bersifat kegiatan pengendalian covid 19.

Baca juga: Operasi Yustisi Penerapan Prokes di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Petugas Tegur Masyarakat

Baca juga: Ponpes Al Falah Banjarbaru Terbakar, DPRD Kalsel Usulkan Asuransi Fasilitas Keagamaan

Ditambahkan, untuk hari ini terjadi kenaikan positif covid 18 orang dari Kamis ada 15 orang dan Rabu 13 orang.

"Hal itu yang dikhawatirkan. Takutnya ada bendera hijau di zona hijau. Makanya diambil kebijakan, yang dalam prinsip bahasa banjar daripada lamas lebih baik hilang tapih," tandasnya.

"Evaluasi kembali rencana PTM terbatas dilaksanakan Rabu 21 Juli mendatang dan target Jumat sudah ada keputusan final,"tambah Yani.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved