Kisah Para Pendaki Bukit dan Gunung

Kisah Pendaki Gunung di Kalsel, Belajar Survival dan Team Working

Pengalaman pendakian mantan mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM, belajar tentangt survival di dalam hutan, team working dan lainnya.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Pengalaman Aghy yang sejak 2012 mengenal pendakian ke gunung dan bukit bersama teman-teman kampus semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Awalnya karena ajakan teman-teman, ternyata memang asyik mengenal hutan lindung, gunung, dan suaka marga satwa. Banyak pembelajaran, lihat flora dan fauna di sana.

Begitulah pengalaman Aghy yang sejak 2012 mengenal pendakian ke gunung dan bukit bersama teman-teman kampus semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan.

"Biasanya ke gunung atau bukit itu weekend dan paling lama camp sekitar 2-3 hari. Pernah saya datangi antara lain bukit Tahura Sultan Adam dan bukit Matang Kaladan di Kabupaten Banjar, kemudian bukit Kudai, bukit Batu Baduduk dan Bukit Mantiut di Kabupaten Hulu Sungai Selatan," bebernya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kali pertama ke hutan dan menanjaki bukit, ia dan teman-teman mendapat banyak pelajaran dari senior, terutama bagaimana survival di dalam hutan, team working dan lainnya.

"Survival yang kami dapat itu cara bertahan hidup di hutan dan gunung, misalnya bagaimana jika kita kehabisan bahan makanan, tumbuhan apa yang bisa dimakan, bagaimana cara mengumpulkan dan mencari air, bagaimana menyalakan api," papar Aghy yang berprofesi pengelola kafe di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Baca juga: Kisah Pendaki Gunung di Kalsel, Khairani Habiskan Waktu Berhari-hari Saat ke Gunung

Baca juga: Kisah Pendaki Gunung di Kalsel, Banmbang Tersadar setelah Sampai di Puncak

Kemudian pengetahuan mengenai botani dan zoologi. Pengetahuan ini tentang memilih mana tumbuhan yang bisa dimakan atau tidak. 

Dalam team working diajarkan kerja sama dengan teman-teman pendaki tentang bagaimana melintas jalur, bagaimana membantu teman dan sebagainya.

Dari kegiatan itu, ia dan teman seangkatan kuliah yang tergabung dalam Samaneasaman 2012 menjadi semakin akrab. 

"Dalam sebuah perjalanan pendakian gunung atau bukit secara berkelompok, ada pembagian tugas untuk masing-masing anggota tim, antara lain siapa leader Tim, siapa sweeper atau bagian belakang yang  memastikan seluruh anggota tim sampai pada tujuan dalam kondisi sehat dan selamat, siapa yang bertugas sebagai penanggung jawab medis, siapa penanggung jawab keuangan, logistik, dan lain-lain," urainya. 

Sewaktu kegiatan kampus Fakultas Kehutanan ULM, yakni (PKL) Praktik Kerja Lapangan, ia juga banyak mendapat pelajaran tentang penggunaan teknologi untuk kegiatan kehutanan.

Baca juga: Kisah Para Pendaki Gunung di Kalsel, Eko Sering Bingung saat Terasa ada Gejolak Biologis

Baca juga: Kisah Pendaki Gunung di Kalsel, Puas Bisa Menaklukkan Medan Menuju ke Puncak

"Kami melakukan banyak kegiatan tentang kerja lapangan, diajarkan alat lapangan macam kompas, GPS, theodolite, hagameter dan lainnya," tandas Aghy.

Selanjutnya, bagaimana tips dalam pendakian. Simak saja penjelasannya di tulisan berikutnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved