Breaking News:

Berita Banjarmasin

Lulusan PGMI di Kalsel Keluhkan Tak Tertampung di Lapangan Pekerjaan

Data komisi I DPRD Kalsel hanya sekitar 5 persen dari ribuan lulusan PGMI yang lulus menjadi guru di MI

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Suripno Sumas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ribuan lulusan sarjana Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) masih belum tertampung di lapangan pekerjaannya.

Bahkan berdasarkan data komisi I DPRD Kalsel hanya sekitar 5 persen lulusan PGMI yang lulus menjadi guru di MI di Kalsel.

Terang anggota Komisi I DPRD Kalsel, Fahrani, Kamis (22/7/2021), jurusan PGMI di Kalsel ada di enam kampus tersebar di kabupaten kota di Kalsel, mulai dari UIN Antasari, Uniska hingga STAI.

Setiap tahun pada UIN dan Uniska saja, ujarnya, lulusannya sekitar 200 orang.

Baca juga: Persiapkan PTM Terbatas, UIN Antasari Banjarmasin Data Mahasiswa Sudah Bervaksin

Baca juga: TNI-Polri Berbagi Paket Sembako untuk Warga Isoman di Kecamatan Banjarmasin Tengah

"Apalagi jurusan PGMI sudah ada sejak 2008 lalu, jadi total alumninya sekitar 5.000 orang," ujarnya.

Meski begitu tambahnya hanya lima persen yang tertampung menjadi guru MI.

"Kalaupun mereka bekerja lebih banyak memakai jalur umum, sedangkan jalur PNS belum ada," imbuhnya.

Sementara sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas mengaku sudah meminta Biro Organisasi Setdaprov Kalsel berkoordinasi dengan Biro Organisasi kabupaten kota agar lulusan PGMI bisa tertampung di sekolah-sekolah di Kalsel.

"Kita banyak menerima keluhan terkait lulusan PGMI ini tidak tertampung dalam CPNS," ujarnya.

Karenanya pihaknya meminta agar setiap kabupaten kota bisa menyediakan formasi bagi lulusan PGMI saat membuka formasi CPNS.

Baca juga: Kejati Kalsel Dalami Kasus Penyimpangan Dana di Kantor Pos Kotabaru

Baca juga: Kenalkan Kalsel, Ratna Berkolaborasi dengan Penyanyi USA dan Ekuador Bawakan The Legend of Borneo

"Jadi kalau dicari guru SD bisa nanti syaratnya lulusan PGSD atau, bisa juga garis miring PGMI," ujarnya.

Pasalnya lulusan PGMI terangnya juga merupakan lulusan guru pendidikan dasar hanya saja ada bernilai plus ajaran agama.
Hal itu menurut Suripno justru lebih baik demi pembentukan nilai keagamaan di sekolah.

Ia berharap nantinya saat CPNS 2022 lulusan PGMI bisa tertampung dalam CPNS daerah.

Ditanya akankah terjadi tumpang tindih penerimaan, pasalnya lulusan PGMI biasanya diakomodir dari CPNS Kemenag, Suripno mengatakan tak masalah, karena pembukaan CPNS di lingkungan Kemenag khususnya Madrasah juga tak sesering CPNS daerah.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved