PT Arutmin Indonesia
Arutmin Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Kayu Ulin
PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam menggandeng Anak Kayu untuk memberikan pelatihan pengolahan limbah kayu ulin melalui PPM.
BANJARMASINPOST.CO.ID, ASAM ASAM - Kayu ulin merupakan salah satu kayu favorit pengrajin kayu di Indonesia, selain karena ketahanannya, serat kayu ulin juga memiliki keunikan tersendiri.
Sayangnya kini pohon ulin semakin langka.
Walaupun demikian limbah kayu ulin di Kalimantan Selatan masih relatif banyak, hal ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengolah dan memanfaatkan limbah kayu ulin tersebut menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi.
Para pengrajin kayu ulin biasanya memanfaatkan kayu ulin sisa-sisa penebangan yang sudah lama mati atau biasanya disebut dengan “tunggul”.
Tunggul itu lalu dipotong-potong dan menghasilkan limbah kayu yang lebih kecil.
digelar PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Tanahlaut.
(arutmin indonesia untuk banjarmasin post)
Limbah kayu tersebut selama ini hanya dijadikan arang oleh masyarakat sekitar karena pengolahan limbah kayu ulin menjadi barang yang bernilai lebih tinggi bukan hal yang terbilang mudah.
Pengolahan ini memerlukan latihan, peralatan yang memadai, dan pengalaman yang cukup.
Melihat hal itu, PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam menggandeng Anak Kayu untuk memberikan pelatihan pengolahan limbah kayu ulin melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Pelatihan ini diadakan di kantor Desa Kintapura, Kecamatan Kintap selama dua minggu dan diikuti dua puluh peserta, terdiri dari perwakilan Posyantek, perwakilan BUMDES dan masyarakat lingkar tambang, hingga Rabu (21/7) lalu.
Bahkan, pelatihan ini dikunjungi dan didukung oleh Bupati Tanahlaut dan Disnakertrans.
Selain mengadakan pelatihan, PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam juga memfasilitasi peralatan dan persiapan produksi dengan total keseluruhan senilai Rp 111.399.000.
Pelatihan pengolahan limbah kayu ulin ini fokus pada skill bubutan dan talenan.
Namun tidak langsung kepada skill tersebut, peserta pelatihan pengolahan limbah kayu pertama-tama diberikan arahan dari hal-hal dasar, seperti bagaimana memegang dan menggunakan peralatan, baik alat produksi maupun alat pelindung diri.
digelar PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Tanahlaut.
(arutmin indonesia untuk banjarmasin post)
Peserta juga diajari bagaimana membedakan jenis dan tekstur kayu.
Selanjutnya peserta diajari membuat desain barang yang akan diolah, desain yang sudah jadi akan langsung dieksekusi dalam praktik yang didampingi oleh pelatih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelatihan-pengolahan-limbah-kayu-ulin-melalui-program-pemberdayaan-masyarakat-ppm.jpg)