Breaking News:

Berita Balangan

Dua Bulan Terakhir, 11 Orang Tercatat Meninggal di Balangan Akibat Terpapar Covid 19

Pada Bulan Juni dan Juli 2021 ini, terdata 11 pasien Covid 19 di Balangan meninggal. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupa

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pengunjung RSUD Balangan terlihat duduk di depan Ruang Melati yang menjadi satu ruang perawatan bagi pasien Covid 19 di RSUD Balangan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Pada Bulan Juni dan Juli 2021 ini, terdata 11 pasien Covid 19 di Balangan meninggal. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Erwan Mega Karya Latif.

Sebutnya, pada Bulan Juni, ada enam orang yang meninggal. Kemudian Juli terdata lima orang yang terpapar Covid 19 telah kehilangan nyawa.

Sementara itu, jumlah pasien Covid 19 di Kabupaten Balangan juga dilaporkan mengalami kenaikan.

Merujuk laporan pemantauan kasus Covid 19 di Kabupaten Balangan Jumat (30/7/2021), warga positif aktif Covid 19 sebanyak 112 orang. Dimana angka hari sebelumnya yakni 101 jiwa.

Baca juga: Dalam Sebulan, Ada Tambahan 22 Kasus Kematian Terpapar Covid-19 di Banjarmasin

Baca juga: Bella Shofie Sampai Tulis Wasiat dan Pamitan pada Daniel Rigan, Ini Kisahnya Saat Terpapar Covid-19

Baca juga: VIDEO RSUD Abdul Aziz Marabahan Tutup Ruang Bayi Setelah 11 Bidan Terpapar Covid-19

Dari data tersebut dirincikan, 37 orang saat ini dirawat di RSUD Kabupaten Balangan. 75 lainnya melaksanakan karantina mandiri. Sedangkan total orang yang meninggal mencapai 48 orang dan sembuh sebanyak 1730 orang dari total pasien yang pernah terpapar sebanyak 1980 orang.

Penambahan pasien Covid 19 di Balangan ucap Bupati Balangan sekaligus Ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Balangan, Abdul Hadi dikarenakan adanya varian baru Covid 19 yang sudah menyebar di Balangan. Virus tersebut dianggap lebih cepat penularannya.

"Pada waktu yang sama, banyak acara kumpul-kumpul, resepsi dan lainnya yang digelar," sebut Abdul Hadi.

Ia pun menilai sebagian warga masih ada yang abai perihal penerapan protokol kesehatan. Sehingga virus pun lebih mudah menyebar.

Pimpinan wilayah berjuluk Bumi Sanggam ini juga mengarahkan agar para camat memerintahkan untuk mengefektifkan PPKM tingkat desa.

Di antaranya melakukan pengawasan terhadap warga yang Isoman agar jangan berinteraksi dengan warga lainnya. Kemudian lebih aktif dalam melakukan sialisasi Prokes dan wajib memakai masker apabila keluar rumah.

Terakhir, para camat diarahkan untuk berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, Puskemas dan pihak terkait lainnya untuk sosialisasi penerapan PPKM Level 3.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved