Berita Banjarbaru
Keliling Kalsel, Komunitas Lanting Sahabat ABK Ajak Berpola Pikir Positif Inklusi
Akses publik di Kalimantan Selatan masih banyak yang tidak ramah disabilitas.
Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Akses publik di Kalimantan Selatan masih banyak yang tidak ramah disabilitas.
Hal itu ditemukan komunitas Lanting Sahabat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang berhasil melakukan perjalanan di 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan untuk melihat fasilitas, pandangan masyarakat dan memotivasi kaum disabilitas di Kalsel.
"Alhamdulillah kemarin berjalan sukses perjalanan keliling Kalsel di 13 kabupaten kota, dan kita menemukan fakta-fakta yang masih terjadi kepada kaum disabilitas," ujar anggota Lanting Sahabat ABK, Noor Zamzam kepada Banjarmasinpost.co.id Sabtu (31/7/2021).
Faktanya ungkap Zamzam dalam perjalanan pihaknya masih banyak menemui masyarakat yang memandang disabilitas tidak mampu melakukan banyak hal.
Baca juga: Warga Disabilitas di Paringin Kabupaten Balangan Bersyukur Dapat Bantuan Beras
Baca juga: Pengelolaan BLK Kalsel Dikembalikan ke Kemenaker RI, Penyandang Disabilitas Diharap Dapat Pelatihan
Baca juga: HUT KE-33, LPDS Luncurkan 4 Buku dan Seminar Nasional Daring Angkat Tentang Media dan Disabilitas
Baca juga: VIDEO Disabilitas dan Ojol Dapat Beras dan Daging dari DPD PAN Banjarbaru
Bahkan banyak masyarakat belum tahu tentang disabilitas.
"Istilah disabilitas banyak yang belum tau, karena mereka masih menggunakan bahasa daerah," ujarnya.
Selain itu dari segi infrastruktur juga ditemukan jika akses publik yang masih belum sepenuhnya ramah terhadap rekan disabiltas. Papan informasi yang belum taman disabilitas hingga sarana lain di ruang publik yang belum menjangkau kaum disabilitas.
Bahkan ungkap Zamzam juga masih banyak masyarakat Kalsel yang belum paham tentang bahasa isyarat Indonesia. Bahkan oleh pelayan publik sekalipun.
"Akan tetapi respon masyarakat yang kami temui alhamdulillah merespon positif dan mau ikut serta membantu menciptakan masyarakat inklusif di daerah yang kami singgahi dan berharap kegiatan ini akan dilaksanakan kembali di kemudian hari," jelas Zamzam.
Dalam tour keliling Kalsel dengan tujuan membangun pola pikir positif dalam diri penyandang disabilitas dan masyarakat umum, Lanting Sahabat ABK memberikan pelajaran bahasa isyarat baku Indonesia bagi disabilitas dan masyarakat umum, melihat fasilitas publik di tempat wisata, mengunjungi sekolah luar biasa, hingga pasar untuk mengajak masyarakat ramah disabilitas.
"Kita bekerjasama dengan Honda PCX Club Indonesia Chapter Banjarbaru-Martapura, dan Komunitas Motor Box Indonesia Banjarbaru dalam kegiatan Safari Inklusi 360 derajat Kalimantan Selatan yang diadakan selama Juni dan Juli," jelas Zamzam.
Harapnya ke depan akan terciptanya pola pikir positif dan inklusi dalam diri ka disabilitas dan non disabilitas. Selain itu juga pola pandang masyarakat terhadap disabilitas yang masih banyak melihat dari keterbatasan yang mereka miliki berubah menjadi kemampuan yang mereka miliki. Serta membangun jembatan komunikasi untuk rekan disabilitas dan berbagai komunitas serta masyarakat lokal.
"Tentunya juga terwujudnya penyamarataan kesempatan dalam bermasyrakat, fasilitas publik dan pariwisata ke depannya lebih ramah terhadap rekan disabilitas, dan keikutsertaan disabilitas semakin banyak dalam berkegiatan di dalam hidup bermasyarakat," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna sari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/anggota-lanting-sahabat-abk-kalsel-selws.jpg)