Berita Banjarmasin
Jadi Dokter Spesialis Pertama dari ULM, dr Ayudiah Teringat Pesan Ayah dan Peran Guru Pembimbing
Menjadi dokter spesialis pertama dari FK ULM, dr. Ayudiah tak kuasa menyembunyikan isak tangis harunya saat memberikan sambutan
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - dr. Ayudiah Puspita Mayasari, Sp.P merupakan dokter spesialis pertama yang dicetak oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Ia dilantik sebagai dokter spesialis pertama jebolan FK ULM dalam Rapat Senat Terbuka Pelantikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi Angkatan ke-1 di Gedung Theater FK ULM, Kamis (5/8/2021).
Menjadi dokter spesialis pertama dari FK ULM, dr. Ayudiah tak kuasa menyembunyikan isak tangis harunya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan tersebut.
Memulai studi program dokter spesialis sejak Tahun 2017 lalu, dokter kelahiran Makassar 17 Juli 1987 ini mengaku bersyukur atas pencapaian yang kini diraihnya.
Baca juga: ULM Cetak Dokter Spesialis Pertama dari Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
Baca juga: Satgas Covid-19 Kotabaru Jadikan Bangunan BLK Tempat Isolasi, Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19
"Alhamdulillah hari ini saya bisa berdiri di sini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT, doa dan dukungan dari keluarga yang tercinta, suami, ibu dan anak saya serta keluarga di Makassar," kata dr Ayudiah.
Sambil terisak, Ia juga mengucapkan terimakasih secara khusus atas bimbingan para gurunya termasuk Almarhum dr Hasan Zain yang telah berpulang karena mengidap Covid-19.
"Saya bisa di sini karena pencapaian sukses mereka," ucap dr Ayudiah.
Ia mengaku masih sulit percaya menjadi lulusan dokter spesialis pertama dari FK ULM.
Pada momen ini, dr Ayudia pun sempat mengenang pesan almarhum sang ayah yang memang mendukungnya untuk menjadi seorang dokter.
Baca juga: Tinjau Penyaluran Bansos di Anjir Muara Kota Batola, Menko PMK Datangi Keluarga Penerima Manfaat
Baca juga: Penetapan Status Siaga di HST, Segera Dibentuk Posko Karhutla 2021
"Alhamarhum ayah saya bilang, jadilah dokter. Karena dengan jadi dokter, satu kaki berada di surga. Sedangkan kaki satu lainnya juga akan berada di surga jika kita bisa menjadi dokter yang baik dalam melayani dan menolong pasien," kenangnya.
Ia mengaku percaya bahwa dokter adalah profesi kemanusiaan, sehingga nilai di atas kertas tidak akan berarti jika ilmu tidak diamalkan.
dr Ayudia juga merasa bangga dan berterimakasih bisa diterima menjadi bagian keluarga besar ULM yang dianggapnya sebagai keluarga kedua baginya.
"ULM adalah kampus yang luar biasa, dengan nilai moral dan keleluargaan tinggi. Saya merasa sangat beruntung bisa diterima di sini sebagai keluarga kedua saya. Saya berharap dengan terbukannya lulusan pertama bisa muncul lulusan baru yang lebih baik dan membanggakan kampus kita tercinta," ucapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sumpahdokterulm-dr-ayudiah-puspita-mayasari-spp.jpg)