Berita Banjarbaru

Data Perumahan dan Permukiman Kalsel Belum Akurat, Disperkim Luncurkan Aplikasi SIM_PKPMas

Bekum akuratnya data perumahan dan kawasan permukiman di Kalsel dikhawatirkan menghambat efektifitas pelaksanaan program perumahan

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Disperkim Kalsel
rapat sosialisasi dan bimtek aplikasi SIM_PKPMas oleh Disperkim Kalsel ke Disperkim kabupaten kota di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bantuan pemerintah untuk pembenahan kawasan pemukiman tak dipungkiri Kepala Disperkim Kalsel Musyidah Aminimy masih terjadi tumpang tindih.

Beberapa kategori kawasan perumahan dan permukiman ditangani kabupaten, sebagian provinsi dan pemerintah pusat.

Namun kerawanan akan tumpang tindih khususnya pemberian bantuan masih besar.

Ia juga tak menampik kondisi data perumahan dan kawasan permukiman di Kalsel yang masih kurang akurat, sehingga menghambat efektifitas pelaksanaan program perumahan dan kawasan permukiman.

Karenanya ujar Musyidah kepada Banjarmasinpost.co.id Jumat (6/8/2021), Disperkim Kalsel menjadikan informasi perumahan itu menjadi satu kesatuan dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Perumahan dan Kawasan Permukiman Bagi Masyarakat Di Provinsi Kalimantan Selatan atau disingkat SIM_PKPMas.

Baca juga: Gelar Doa Bersama, PCNU Banjarbaru Mengimbau ini kepada Jemaah dan Masyarakat

Baca juga: Warga Banjarbaru Kalsel Berhasil Mancing Rupiah dari Usaha Ternak Jangkrik

"Sejauh ini data perumahan belum tersinkronisasi. Baik yang ada di Pemprov maupun kabupaten kota. Kita harapkan dengan lahirnya aplikasi ini bisa menjembatani pencarian data secara akurat dan real time berapa banyak perumahan dan Kawasan Permukiman di Kalsel, " kata Mursyidah.

Sejauh ini ungkapnya di Kalsel masih belum tersinkronisasi data perumahan.

Berapa perumahan layak huni dan mana pula perumahan yang masuk kawasan kumuh dan sejenisnya.

Sistem data ini, sambung Mursyidah Aminy, nantinya akan mempermudah sekaligus mengetahui mana saja dan berapa banyak rumah yang sudah dibantu subsidi dan tidak dan mana mana perumahan layak huni dan tidak.

Baca juga: Ketersediaan Vaksin Tinggal 2. 450 Dosis, Dinkes HST Sediakan Link Mendaftar Online

Baca juga: Diduga Mencabuli Anak di Bawah Umur, Karyawan Swasta di Banjarmasin Diciduk Polisi

"Jangan sampai bantuan dari pemerintah untuk perumahan terdobel. Sehingga dengan data ini bisa di" klik" oleh siapa saja yang memerlukan. Data ini pun diharapkan bisa tersinkronisasi antara data Kabupaten kota se Kalsel, secara realtime, " kata dia.

Program aplikasi SIM_PKPMas ini ujarnya dikembangkan dan diinisiasi dengan adanya kebijakan “satu data Indonesia” yang sesuai dengan Perpres nomor 39 Tahun 2019 dan SE Mempan RB Nomor 5 tahun 2014 dengan tujuan untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan terintegritas.

Dengan dibangunnya aplikasi SIM_PKPMas ini ia berharap dapat mendukung penanganan Rumah Tidak Layak Huni bagi masyarakat miskin di Kalsel dan penanganan kawasan permukiman kumuh di Kalsel lebih akurat dan akuntabel.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved