KalselPedia

KalselPedia - Daftar Tari Daerah Tradisi Khas Kalimantan Selatan

Berdasarkan data Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan ada 16 tarian khas Kalimantan Selatan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Bappeda Kalsel
Tari Manangguk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain dikenal memiliki banyak sungai serta keragaman suku dan kulinernya, Kalimantan Selatan juga memiliki banyak seni pertunjukan.

Khususnya pertunjukan tari.

Berdasarkan data Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan ada 16 tarian khas Kalimantan Selatan.

Tarian khas Kalsel menceritakan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan mulai dari kehidupan suku Dayak Banjar, hingga kehidupan masyarakat dari kawasan hulu sungai Kalsel.

Berikut daftar 16 tarian khas Kalsel:

1. Tari baksa kembang, tarian ini merupakan tarian klasik khas kalimantan selatan dan juga biasanya ditampilkan pada saat acara penyambutan selamat datang para tamu kehormatan di Bumi Lambung Mangkurat.

Ciri khas dari tarian ini adanya “Bogam Melati” yang akan dipegang penari saat menari serta selendang dan juga kembang yang berjuntai dikepala penari di sisi kiri dan kanannnya.

Tidak heran kalau tarian ini disebut Tari Baksa Kembang karena banyaknya kembang melati sebagai properti tari yang memperindah dalam tarian tersebut

Baca juga: KalselPedia: Fasilitas Donor Darah Plasma Konvalesen UDD PMI Banjarmasin

Baca juga: KalselPedia - Rumah Makan dan Restoran di Banjarbaru, Berikut Tempat Bersantap yang Bisa Dikunjungi

2. Tari radap rahayu, tarian ini merupakan tarian klasik banjar yang di tampilkan pada saat menyambut tamu – tamu kehormatan yang datang ke Bumi
Lambung Mangkurat.

Ciri khas dari tarian ini penari layaknya seorang bidadari yang menari menggunakan selendang serta membawa mangkok berisikan kembang tabur yang nantinya akan ditaburkan saat menari yang mencerminkan rasa suka cita untuk tanda selamat datang untuk para tamu undangan .

3. Tari tandik padalaman, tarian ini merupakan tarian dari tanah borneo atau tarian dayak banjar yang menceritakan tentang kekuatan masyarakat banjar dalam bertahan hidup serta melindungi diri mereka dari roh – roh jahat yang akan diobati oleh kepala suku dalam tarian tersebut.

Ciri khas dari tarian ini adanya Gong sebagai properti tari, Tameng dan pedang sebagai pelengkap tarian tersebut.
Dan juga tarian ini bisa memakai daun yang sudah di rangkai sedemikian rupa sebagai ciri khas dayak banjar.

4. Tari persembahan nuansa, merupakan tarian untuk menyambut para tamu sebagai tanda penghormatan selamat datang di bumi lambung mangkurat, tarian ini ditarikan oleh para dara sembari menaburkan bunga sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rahmat dari tuhan yang Maha Esa.

Ciri khas tarian condong ke arah yang lebih islami dan para penari terlihat anggun saat menarikannya .

5. Tari tampurung, merupakan tarian kreasi banjar yang menceritakan tentang kelincahan gerak para penari yang sedang menari sambil bermain dengan tempurung sehingga menghasilkan bunyi yang khas dari tampurung kelapa (Nyiur) tersebut.

Keceriaan para penari saat menari mencerminkan para gadis banjar yang senang menari serta bermain .

6. Tari Maragap Humbayang, tarian ini menceritakan tentang
merantau merupakan salah satu tradisi masyarakat dahulu di kalimantan selatan dalam mencari nafkah, merantau meninggalkan kekasih tercinta, penantian yang lama, mengharap kehadiran yang dicinta.

Kekasih hadir namun tak mampu diraba, meragap humbayang dalam jiwa sunyi.

Tuhan berkehendak lain.

Dipanggil hambanya tanpa isyarat nyata. Dan penantian berakhir dengan sebuah doa.

Baca juga: VIDEO KalselPedia - Kuliner Khas Dayak Meratus HST Dipanggang Dalam Bambu Berbumbu Alami

Baca juga: Kalselpedia - Visi dan Misi Lapas Kelas II B Banjarbaru

7. Tari Giring – Giring, tari ini merupakan tarian dayak banjar menceritakan tentang rasa suka cita rakyat datang atas kehadiran para undangan atau pun tamu kehormatan yang datang di tanah borneo.

ciri khas dari tarian ini adalah adanya pegangan yang dipegang oleh penari di ke dua tangannya menyerupai batang kayu yang di balut dengan rumbai benang wol itulah yang dimaksud dengan giring–giring tersebut.

8. Tari Manangguk, tari ini menceritakan tentang kebiasaan orang banjar saat mencari ikan di sungai dengan cara tradisional banjar yaitu Menangguk iwak ( menangguk ikan ) tentulah ciri khas dari tarian ini yaitu tengkulup dari bahan kain sasirangan yng merupakan kain khas dari kalimantan selatan dan Tangguk alat menangkap ikan
sebagai properti utama dalam tarian tersebut.

9. Tari Piluntang, tarian ini menceritakan para perempuan yang pada kodratnya dia baik budi pekertinya namun sejauh perkembangan zaman dia mendapat pengaruh atas kesehariannya dalam bergaul namun dia kembali lagi dalam balunan tudung kepala sebut saja kerudung yang membuat dia menjadi dirinya kembali.

Ciri khas dari tarian ini yaitu adanya kasa sejenis kain yang terang di sematkan di dada sebelah kanan yang nantinya akan menjadi kerudung saat ditarikan .

10. Tari Maitik, tarian ini menceritakan tentang keseharian orang pahuluan banjar bekerja sebagai peternak itik (bebek) serta bagaimana itik – itik tersebut dijaga agar tetap tertib saat beraktivitas seperti itik dan dalam tarian ini para penari layaknya sebagai itik dan tentunya ada seorang yang berperan sebagai pawang atau penjaga unuk itik – itik tersebut.

Ciri khas dari tarian ini yaitu adanya ketopong itik untuk diletakkan di kepala penari dan selendeng yang disematkan di pinggang penari.

11. Tari Waris Sumangat, tari ini menceritakan tentang semangat dari kuda yang diplikasikan kepada manusia guna lebih giat untuk bekerja agar pembangunan daerah semakin meningkat dan maju layaknya semangat kuda yang membara.
Ciri khas dari tarian ini ialah kuda yang dipegang sang penari sebagai tokoh utamanya di dalam tarian
tersebut.

Tari ini menceritakan tentang semangat dari kuda yang diplikasikan kepada manusia guna lebih giat untuk bekerja agar pembangunan daerah semakin meningkat dan maju layaknya semangat kuda yang membara.

12. Tari Benteng Carucuk, tari ini menceritakan tentang sejarah jaman dulu yaitu pangeran suriansyah dengan temenggung yang berperang merebut tanah kerajaan banjar dan asal mula terbentuknya kampung Kuin.

Ciri khas dari tarian ini yaitu tongkat panjang yang ditarikan oleh penari sebagai symbol carucuk untuk berperang.

13. Tari Lalakun Amban, tari Lalakun mengandung arti “prilaku”.

Dalam tari ini lalakun amban menceritakan tentang prilaku amban yang senang bercengkrama.

Dan tari ini amban menggunakan simbol topeng SANGKALA, sebagai lambang kejahatan dan kemurkaan, akan
tetapi amban tetaplah amban yang senang bercanda.

Ciri khas dari tarian ini adalah topeng berwarna merah sebagai sangkala dan wajah penari menyerupai amban perempuan dalam tokoh pawayangan.

14 Tari Amban Pangina, tari ini menceritakan tentang keseharian amban dengan tingkahnya yang lucu dan senang bercanda.

ciri khas dari tarian ini adalah selendang merah yang di ikat di kepala dan separo wajahnya lalu pupur basah di wajah penari dengan berwarna putih serta bakul sebagai property utama dalam tarian tersebut.

15. Tari Limpuar, menceritakan tentang keseharian masyarakat pedalaman dayak banjar dalam bekerja sebagai petani beras dari mulai menanam benih sampai memuai hasilnya.

Ciri khas dari tarian ini yaitu adanya Lanjung sebagai property utama dalam tarian tersebut.

16. Tari Lenggang Parimata, tarian ini menceritakan tentang para galuh yang lincah menari dengan menggunakan properti tari Kipas berbalut kain Sasirangan sebagai tarian penyambutan para tamu ataupun suguhan sebagai menghibur para undangan yang berhadir di bumi lambung Mangkurat.

Ciri khas dari tarian ini adalah Kipas yang menjadi daya tarik dalam tarian ini.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved