Serba Serbi BPK Banjarbaru

Anggota BPK Berputar-Putar Mencari Jalan karena Banyak Jamaah Shalat Ied

Namanya musibah kebakaran, kita tidak tahu kapan terjadinya. Pastinya, ketika musibah itu datang, anggota BPK harus siap dan berangkat secepat mungkin

Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
banjarmasin post.co.id/salmah saurin
Abdurahman, BPK Combat 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANUARBARU- Namanya musibah kebakaran, kita tidak tahu kapan terjadinya. Pastinya, ketika musibah itu datang, anggota BPK harus siap dan berangkat secepat mungkin menuju lokasi walau tidak mudah menembus lalu lintas.

Bagi Abdurahman, anggota BPK Combat, Kabupaten Banjar, asalkan bisa berangkat, maka ia dan rekan-rekan dengan rela hati membantu memadamkan api.

"Termasuk ketika hari raya, kami tak bisa ikut shalat Idul Fitri. Karena saat bertepatan masyarakat berangkat ke tempat ibadah, terjadilah kebakaran," ungkapnya.

Waktu itu Abdurahman dan rekan-rekan harus menuju lokasi kebakaran di Komplek Amaco, Banjarbaru. Dari Martapura, armada BPK yang membawa mereka bergegas meluncur ke Banjarbaru.

Baca juga: Meski Dimaki, Keberadaan Barisan Pemadam Kebakaran Tetap Dinanti

Baca juga: Tengah Malam atau Subuh, BPK di Banjarbaru Selalu Sigap Meluncur

"Tapi karena saat kami meluncur itu sudah waktunya shalat Ied, maka kami harus mencari jalan karena beberapa jalur yang kami coba lalui ternyata dipenuhi jamaah," papar Abdurahman.

Armada berputar mencari jalan, sampai di Banjarbaru dan hendak melintas kawasan Lapangan Murjani, kembali harus mencari jalan lain karena di sana juga ada pelaksanaan shalat Ied.

"Syukurlah akhirnya kami bisa sampai ke lokasi dan bersama BPK lainnya segera membantu memadamkan api," kata Abdurahman yang sejak SMP aktif membantu di BPK Keraton, Martapura.

Sama halnya dengan anggota BPK lainnya, cercaan dari orang tatkala dianggap datang terlambat ke lokasi kejadian adalah hal yang rutin pula dialami Abdurahman.

"Padahal selain kondisi lalu lintas yang kerap menyulitkan untuk cepat sampai, ketika di lokasi kejadian juga terhalang banyaknya masyarakat yang menonton kebakaran. Mestinya segera menjauh dari lokasi agar kami cepat pula mendekati lokasi api," tandasnya.

Belum lagi ketika sudah beraksi menyemprot air ke titik api, ada saja orang yang berusaha merebut slang karena tak sabar ingin memadamkan api.
(banjarmasin post.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved