Berita HSS

Macan Dahan dari Banyu Barau Kabupaten HSS Dirawat BKSDA Kalsel, Diduga Satwa Peliharaan

Petugas dari polsek dan koramil menyerahkan macan dahan tangkapan di Jalan Banyu Barau, Kota Kandangan, Kabupaten HSS, kepada petugas BKSDA Kalsel.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
POLSEK KANDANGAN KOTA
Petugas menggotong kotak berisi macan dahan dari Polsek Kandangan Kota, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ke pikap untuk kemudian dibawa ke tempat pemeliharaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (17/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Macan di pohon rambutan membuat geger warga Jalan Banyu Barau, Kelurahan Kandangan, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.

Namun akhirnya, satwa langka itu berhasil ditangkap dan kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel.

Penyerahan dilakukan di halaman Polsek Kandangan Kota. Macan tersebut dijemput petugas BKSDA Kalsel, Selasa (17/8/2021).

Warga sempat mengira macan tutul karena loreng di tubuh. Bahkan, penangkapan sempat diwarnai drama pengepungan hingga 22.00 Wita. Setelah berhasil ditangkap, macan diinapkan Polsek Kandangan Kota.

Baca juga: Macan Tutul Muncul di Permukiman Warga HSS Kalsel, Tidur di Pohon Jadi Tontonan

Staf Bagian Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) BKSDA Kslsel, Jarot Jaka Mulyono, mengatakan, hewan ini adalah Macan Dahan (neofelis nebulosa diardi).

Dibeberkannya, satwa tersebut dibawa ke Kandang Transit BKSDA Kalsel. Kemudian, menjalani perawatan untuk sementara waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan juga mengilangkan stress pasca penyelamatan.

Dijelaskannya, diduga Macan Dahan bukan satwa dari alam liar yang kemudian masuk ke perkampungan karena lapar.

Melainkan, dipelihara oknum yang kemudian dilepas atau terlepas. Hal ini dilihat dari perilaku macan yang tidak seperti macan liar.

Baca juga: CPNS Kalsel 2021, BKPSDM HSS Minta Pelamar Sabar karena Pengumuman Sanggahan Ditunda

Baca juga: Persiapkan Pilkada 2024, Pemkab HSS Usulkan Dana Cadangan Pemilihan Kepala Daerah

Dijelaskannya, macan liar akan takut dan lari ketika bertemu dengan manusia atau bereaksi menyerang ketika didekati. "Tapi kami tidak menemukan reaksi seperti itu," katanya.

Dibeberkannya, satwa ini ukurannya kecil saja. Sehingga, kecil kemungkinan menyerang manusia. Belum pernah pula ditemukan kasus Macan Dahan menyerang warga.

"Habitat aslinya di hutan Kalimantan dan Sumatera. Terutama hutan hujan dataran rendah. Populasinya menurun karena luas hutan yang ada di Kalimantan semakin berkurang luas dan kualitasnya," bebernya.

Kotak berisi macan dahan akan dibawa ke tempat pemeliharaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel), Selasa (17/8/2021).
Kotak berisi macan dahan akan dibawa ke tempat pemeliharaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel), Selasa (17/8/2021). (POLSEK KANDANGAN KOTA)

Berdasarkan keterangan Babinsa Koramil Kandangan 1003-04, Serda Bambang, hingga malam Macan Dahan tersebut masih ditunggu pihak berwajibm baik relawan PMK, Babinsa, hingga kepolisian.

Hal ini dilakukan agar tersebut tidak membahayakan warga. Apalagi, sudah dua ekor bebek diduga menjadi mangsa. Bahkan, Macan Dahan itu sempat tidur di atas pohon rambutan dan menjadi tontonan warga.

Sementara itu, Kapolsek Kandangan Kota, Ipda Purwadi, mengatakan, Macan Dahan sudah dibawa dan diperiksa oleh dokter. "Satwa tersebut sudah kami serahkan," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved