Breaking News:

Berita Balangan

Tingkatkan Ekonomi di Bidang Pertanian, Pemkab Balangan Dukung Penyelesaian Saluran Bendung Pitap

Pemkab Balangan dukung penyelesaian Bendung Pitap karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pos duga telemetri bendung Pitap berdiri pada tahun 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Penyelesaian Bendung Pitap, di Desa Nungka, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalsel yang berada dalam pengelolaan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II,  tak lepas dari perhatian Pemkab Balangan.

Bahkan pengembangan bendungan ini juga masuk dalam program Bupati Balangan, Abdul Hadi dan Wakil Bupati Balangan, Supiani. Dimana tujuannya yakni untuk mengembangkan ekonomi warga pada bidang pertanian. 

Keberadaan Bendung Pitap ucap Abdul Hadi dianggap mampu meningkatkan hasil pertanian masyarakat setempat. Pasalnya, keberadaan Bendung Pitap dapat mengatur perairan di sawah warga. 

"Kami dari Pemkab Balangan diminta untuk mengeluarkan dana dari APBD untuk Bendung Pitap dan itu sudah dianggarkan," ucap Abdul Hadi, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Kalselpedia - Warga Nikmati Pemandangan Alam di Bendungan Pitap Kabupaten Balangan

Baca juga: KalselPedia - Pengunjung Sebut Bendungan Pitap Balangan Keren, Tempat Warga Bersantai

Baca juga: KalselPedia - Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan Sumber Air untuk Pertanian

Ia pun berharap proses percepatan pembuatan saluran tersier dan sekunder di Bendung Pitap akan segera selesai. Sehingga ke depan para petani bisa melakukan tanam padi dua kali dalam setahun. Tentunya ini juga akan berdampak positif terhadap hasil tanam mereka. 

Sebagaimana diketahui, Bendung Pitap merupakan bendung yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.

Bendungan tersebut direncanakan akan mengairi daerah irigasi Pitap seluas kurang lebih 4.144 hektar yang mencakup wilayah Paringin, seluas 1,073 hektar, Putat Basiun, Kecamatan Awayan seluas 1.027 hektar, Lok Batung, Kecamatan Batumandi seluas 577 hektar, Sikontan, Baramban, Purun, da Badalungga seluas 410 hektar.

Selain menjadi sumber air dan membantu perairan untuk sawah warga, bendungan ini tak jarang menjadi tempat bersantai bagi sebagian orang.

Apabila sore hari, sejumlah orang berdatangan untuk sekadar duduk-duduk atau berjalan di area bendungan tersebut. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved