Berita Banjarmasin

Prihatin Anak Korban Covid-19, Ketua DPRD Kalsel Usulkan Beasiswa Pendidikan dari APBD

Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengusulkan untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang yang orangtuanya meninggal karena Covid 19.

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK usulkan anak korban Covid-19 mendapatkan beasiswa pendidikan dari APBD Kalsel, Rabu (18/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama pandemi Covid-19, telah membuat banyak anak-anak kehilangan orang tua.

Karena itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengusulkan untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang yang orangtuanya meninggal karena Covid 19.

"Bantuan itu bisa beasiswa pendidikan untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19, karena bantuan Kemensos itu kan hanya sekali saja, sementara anak korban Covid 19 usianya belum masih bertahun-tahun," ujarnya.

Supian juga menambahkan sudah seharusnya  perhatian tidak hanya dari pemerintah pusat yang diharapkan namun perlu juga kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Baca juga: Sebanyak 250 Klaim Santunan Kematian Korban Covid-19 di Kalsel Belum Cair

Baca juga: Korban Covid-19 di HST Terus Bertambah, Angka Dalam Perawatan Capai 40 Orang

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Banjarbaru, 14 Pasien Covid-19 Meninggal, Terkonfirmasi Positif 74 Kasus

Ia pun meyakini telah banyak pihak yang megulurkan bantuan dan perhatian tapi yang harus dipikirkan bersama adalah kelanjutan hidup keluarga korban Covid-19 yang ditinggalkan terutama anak- anak.

"Tentunya mereka harus kita perhatikan masa depannya, terutama pendidikannya," terangnya.

Supian HK mengingatkan yang patut kita perhatikan itu bagaimana anak-anak itu bertahan hidup, sementara orang tua mereka meninggal dunia, sehingga ini perlu perhatian dari kita semua serta pemerintah, baik pusat hingga daerah.

"Kita akui ada pihak-pihak yang mungkin sudah memberikan perhatian dengan mengulurkan bantuan, tapi bagaimana kelanjutan hidup mereka itu yang harus kita pikirkan bersama-sama," tambahnya.

Sementara Plt Kasi Perlindungan bencana sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi mengatakan jika memang nantinya bantuan bagi anak yang yatim piatu dianggarkan di APBD dan diserahakan ke Dinsos Kalsel pihaknya siap melaksanakan. 

"Kalau ada arahan dari pimpinan atau dari DPRD siap melaksanakan," ujarnya.

Pihaknya, akan menunggu di apbd 2022 atau di APBD perubahan jika memang nantinya dianggarkan.

Sebelumnya, pihaknya sudah mendapatkan data warga Kalsel yang meninggal positif Covid 19 sekitar 300 orang dari usulan santunan kematian akibat Covid 19. Namun data tersebut belum update hingga kini sehingga perlu pemutakhiran.

Baca juga: Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Tinggi,  HST Masih Zona Merah

"Kalau nanti ada bantuan yang dianggarkan dari APBD maka kita juga perlu antisipasi agar tak terjadi overlap bantuan dari Kemensos dan dari daerah," ujarnya.

Sementara untuk bantuan bagi anak yang orangtuanya meninggal positif Covid 19 dari Kemensos jelasnya langsung ke pemerintah kabupaten kota.

"Dinsos Kalsel hanya mendapatkan tembusan," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved