BTalk
BTalk, Bahagia Walau Belum Punya Buah Hati
Menurut Rika Vira Zwagery, MPSi, Psikolog yang juga dosen di Prodi FK ULM, punya anak bukan karena tuntutan sosial, jadi jangan jadikan sebagai beban.
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah menikah, buah hati menjadi harapan suami istri.
Namun sejumlah pasangan belum dikasih momongan hingga beberapa tahun usia perkawinan.
Pada BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu 21 Agustus 2021 pukul 16.00 Wita, hal di atas dengan tema Bahagia Walau Belum Punya Buah Hati.
Narasumber, Rika Vira Zwagery, MPSi, Psikolog yang juga dosen di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Group, Anjar Wulandari.
Dikatakan Rika, memang punya buah hati adalah kebahagiaan suami istri. Namun belum punya buah hati juga bukan berarti tidak bisa bahagia.
Baca juga: BTalk, Peran Ulama di Hari Kemerdekaan
Baca juga: BTalk, Pelajar Kalsel Jadi Anggota Paskibraka di Istana Merdeka pada HUT Ke-76 RI
"Kebahagiaan itu bisa juga tercipta di antara suami istri tatkala mereka bisa saling menerima, saling memahami, ada romantisme yang mewarnai hari-hari, walau belum punya buah hati," paparnya.
Bagi sejumlah pasangan yang belum punya anak sering ada tekanan dari banyak pihak, entah keluarga maupun teman dan tetangga.
"Sebenarnya, punya anak itu bukan karena tuntutan sosial. Jadi jangan jadikan hal tersebut sebagai beban. Punya anak itu adalah kesiapan suami istri. Saat siap, maka Tuhan bisa saja memberi keturunan," imbuh dosen Prodi Psikologi FK ULM tersebut.
Sejatinya, bagi banyak orang tujuan pernikahan itu adalah melanjutkan keturunan. Makanya saat tak ada keturunan maka dianggap ada suatu kekurangan dalam rumah tangga.
"Jika tak mampu mengatasi omongan orang, itu yang membuat hidup jadi tertekan, cemas, bahkan bisa menjadi sumber konflik suami istri," tukasnya.
Lanjut Rika, kita tak bisa mengubah perlakuan orang, tapi kita yang kita bisa rubah adalah respon kita terhadap perlakuan orang.
Mengatasi diri saat belum punya momongan, menurut Rika, ada beberapa hal yang perlu disiapkan.
Di antaranya, penerimaan diri. Mneyadari bahwa keadaan saat ini adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi dengan ketegaran hati.
Kemudian, konsultasikan kepada para ahli, dokter spesialis sebagai upaya mendapat keturunan. Berusaha atau ikhtiar karena manusia memang harus berusaha.
Terus memohon kepada sang pencipta. Sebab soal keturunan adalah hak Allah SWT. Dengan rutin memohon maka ada harapan diberikan keturunan.
Baca juga: BTalk, Ketua Psikolog Kalsel Sukma Noor Akbar Ingatkan Orangtua tentang Anak Gunakan Gadget
Baca juga: BTalk, Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Menurut Akademisi Uniska MAB Kalsel
Kemudian, perlu belajar mengendalikan diri, bagaimana mengontrol diri agar mampu mengatasi lingkungan dengan berbagai omongan dan perlakuan.
"Jika tak punya anak dan ingin adopsi, III juga bisa jadi solusi. Tapi pasangan harus siap, punya komitmen kuat, dan mengadopsi secara legal sesuai undang-undang," jelas Rika.
Bekali diri dengan pengetahuan parenting, kemampuan finansial dan kesiapan psikologis sehingga saat mengadopsi bisa bertanggungjawab.
Program interaktif ini ditayangkan secara langsung di kanal Youtube Banjarmasin Post News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/psikolog-yang-juga-dosen-di-prodi-psikologi-fk-ulm-rika-vira-zwagery-di-acara-btalk-21082021.jpg)