BTalk

BTalk, Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Menurut Akademisi Uniska MAB Kalsel

Ekonomi syariah di masa depan dibahas akademisi Fakultas Studi Islam Uniska MAB Kalsel, Rahmatul Huda dan M Qoshid Al Jadi, di acara BTalk BPost.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Bincang tentang ekonomi syariah dalam tayangan BTalk, menghadirkan akademisi dari Uniska MAB Kalsel, yakni Wakil Dekan I Fakultas Studi Islam, Rahmatul Huda SEI MH, dan dosen Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Studi Islam, M Qoshid Al Jadi SHI ME, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Kurniawan, Kamis (12/82021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penerapan Ekonomi Syariah sudah menjadi tren di luar negeri,. Bahkan di negara yang masyarakatnya mayoritas non muslim, ekonomi syariah terus berkembang . 

Beberapa negara di Eropa dan Amerika, juga Asia, juga menerapkan ekonomi syariah. Kalau China, pengekspor busana muslim terbesar di dunia. Kuliner halal food berkembang di Thailand, padahal umat Islam hanya 5 persen. 

Fenomena ekonomi syariah ini dipaparkan akademisi dari Uniska MAB Kalsel, yakni Wakil Dekan I Fakultas Studi Islam, Rahmatul Huda SEI MH, dan dosen Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Studi Islam, M Qoshid Al Hadi SHI ME.

Keduanya menjadi narasumber pada program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Kamis (12/82021) pukul 16.00 Wita. 

Acara yang dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Kurniawan, tersebut ditayangkan live dan bisa disimak ulang di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.

Baca juga: BTalk, Psikolog dari ULM Kalsel Galuh Dwinta Sari Imbau Orangtua Cermat Melihat Bakat Anak

Baca juga: Program BTalk, Memaknai Ujian Pandemi di Tahun Baru Islam

Ujar Qoshid, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim jangan hanya jadi pasar dalam ekonomi syariah itu, tapi hendaknya jadi pelaku penggerak. 

"Kalau ingin belajar lebih dalam, sudah banyak perguruan tinggi dengan Prodi Ekonomi Syariah. Silakan generasi muda kuliah di prodi tersebut. Mari, para orangtua muslim, mengarahkan putra-putrinya memperjuangkan dan mendakwahkan ekonomi syariah," ujarnya.

Lanjutnya, kunci sukses dalam ekonomi konvensional adalah seberapa banyak aset yang dihasilkan. Kalau ekonomi syariah, kunci suksesnya adalah seberapa banyak orang yang ikut terlibat atau terberdayakan. 

Sementara itu, Rahmatul Huda, menjelaskan, ekonomi syariah termasuk dalam muamalah yang pelaksanaannya berdasar prinsip syariah, yaitu sesuai Al-Qur'an dan sunnah.

"Saat ini ekonomi syariah diterapkan dalam berbagai bidang perekonomian, antara lain perbankan dan lembaga keuangan lain macam pegadaian, pembiayaan, koperasi bahkan sektor riil antara lain hotel dan pariwisata," jelasnya. 

Wakil Dekan I Fakultas Studi Islam, Rahmatul Huda SEI MH.
Wakil Dekan I Fakultas Studi Islam Uniska MAB Kalsel, Rahmatul Huda SEI MH. (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

Fondasi ekonomi syariah ada tiga, akidah, syariah, akhlak. Sifat ekonomi syariah adalah komprehensif. Tidak hanya mengatur hubungan manusia dan manusia, tapi juga manusia dan Tuhan. Jadi, ada unsur spiritual dengan pedoman kitab suci Al Quran. 

Berbeda dengan ekonomi konvensional yang hanya berpatokan materi dan hubungan antar manusia. 

Hanya berdasar pengalaman dan penelitian masa lalu, kemudian diolah pikir manusia sehingga bisa menghasilkan hal yang baik. Tapi, bisa pula ada kemungkinan terkontaminasi pikiran buruk dalam olah pikir tersebut, sehingga pelaksanaannya pun tidak memberikan kemaslahatan orang banyak. 

Ekonomi syariah sifatnya juga universal. Bisa dipraktikan siapapun, tidak mengenal suku, agama, ras, negara apapun. 

Kembali dijelaskan Rahmatul Huda, pilar ekonomi syariah adalah keadlian, tidak ada riba, tidak ada gharar (ketidakpastian), tidak ada judi, tidak menzalimi, tidak haram zatnya (obyek). 

Baca juga: BTalk, Kenali dan Antisipasi Penyakit Diabetes Melitus

Baca juga: Btalk, Tetap Bisa Latih Kemandirian Meski Menikah Tetap Nebeng Ortu

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved