Berita HST

Di HST, Buah Ramania Mentah Dijual Rp 80 ribu Per Kilogram

Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai tengah mulai diramaikan munculnya buah lokal.

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Ramania mentah dan muda yang harga di Pasar Barabai kini Rp 80 ribu per kilogram. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai tengah mulai diramaikan munculnya buah lokal.

Salah satunya, ramania atau dalam bahasa Indonesia Gandaria. Namun, buah yang dijual para pedagang buah saat ini bukan buah yang sudah matang.

Tapi masih mentah dan masih muda dengan ukuran kecil-kecil. Namun, jangan kaget jika mendengar banderol harganya.

Para pedagang menjual dengan harga terbilang mahal, yaitu Rp 80 ribu per kilogram. Yang berjualan

Baca juga: Peduli Warga Isoman, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru Ini Bagikan Paket Buah

Baca juga: Pasokan Terus Mengalir, Pedagang Buah di Banjarbaru Ini Jual Durian Sepanjang Tahun

Baca juga: VIDEO Tunggu Kelulusan Seleksi Perkuliahan, Gadis Cantik di Banjarbaru Ini Nyambi Jual Es Buah

Baca juga: Penganiayaan di Kalteng, Pelaku Bacok Penjual Buah di Sampit Gegara Tak Dipinjami Duit

Pun tidak banyak karena memang belum musimnya membanjiri pasar. Padahal jika sedang membanjiri pasar, kisaran harga ramania matang Rp 5.000 sampai Rp 15 ribu per 10 sampai 20 biji. Salah satu pedagang buah mengatakan, buah ini dipasok dari wilayah pegunungan.

Namun, ada juga yang dari dataran rendah seperti wilayah Kecamatan Labuamamas Selatan, Pandawan, Haruyan dan Batangalai Selatan.

Mengapa ramania mentah begitu mahal? Selain belum musim, menurut pedagang buah tadi karena sangat diminati masyarakat.

“Kebanyakan digunakan untuk membuat sambel buah. Jika dibuat sambel buah, rasa ramania itu sangat khas dan membangkitkan selera makan,”ungkapnya.

Mimi, salah satu pembeli mengatakan, membeli ramania mentah seharga Rp 20 ribu untuk 250 gram. Dia mengakui sangat suka dibuat sambel ketimbang untuk dimakan biasa.

“Sambel buah itu khas Banjar banget,”katanya. Selain ramania yang menjadi bahan sambel buah, biasanya buah lokal lainnya yang tak kalah menggugah selera adalah buah binjai, serta mangga ampalam.

Bahkan, sekarang sudah ada beberapa perajin di HST yang membuat sambel buah dengan bahan ramania, binjai, limau purut serta mangga ampalam. Sambel tersebut dikemas dalam botol dan dipasarkan langsung perajin, atau dijual melalui toko-toko. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved