Berita HSU

Kios di Belakang Rest Area Putri Junjung Buih Amuntai Banyak yang Kosong

Banyak pedagang pindah karena sepi pembeli dari kios-kios yang berada di belakang rest area Putri Junjung Buih Kota Amuntai, Kabupaten HSU, Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Kios-kios di belakang Rest Area Putri Junjung Buih, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (22/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Beberapa kios telah dibangun di belakang Rest Area Putri Junjung Buih, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan.

Ada kios yang terbuka, ada pula yang tertutup. Tujuan pembangunannya, meningkatkan jumlah pengunjung dan menjadikannya pusat kuliner di Kabupaten HSU.

Namun sayangnya, pedagang tak lama bertahan berjualan di area tersebut karena tak terlalu banyak pengunjung.

Seperti yang diungkapkan Uma Aman, salah satu pedagang yang masih bertahan di area tersebut, kios yang kosong tidak digunakan lebih dari satu tahun.

Baca juga: VIDEO Penampakan Plafon di Pasar Induk Amuntai Kalsel yang Rusak, Begini Harapan Pedagang

Baca juga: Baru Selesai Diisi Bahan Bakar, Mobil Kijang Terbakar di SPBU Kota Raden Amuntai HSU

Sebelumnya, banyak penjual makanan dan juga minuman. Namun kemudian, hanya bertahan beberapa bulan.

"Saya masih bertahan karena masih ada langganan dari pedagang di pasar mebel yang lokasinya tidak jauh," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (22/8/2021).

Ada 2 pedagang lain yang masih berjualan di kios terbuka. Sedangkan untuk yang kios tertutup atau yang dilengkapi rolling door, hanya dirinya dari enam ruko tertutup.

"Dulu pada awalnya dikenakan tarif retribusi. Tapi sekarang sudah tidak lagi karena pendapatannya pun tidak menentu," imbuhnya.

Baca juga: VIDEO Penjual Kue Tradisional di Pasar Induk Amuntai Bertahan di Tengah Pabndemi

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Tanaman Hias di HSU Menurun

Hanya untuk air dan juga listrik, lanjut Uma Aman, dirinya masih membayar secara pribadi.

Mengenai kios yang terbuka, awalnya juga kosong sama sekali. Namun belum lama ini ada 2 pedagang yang menempati, yaitu penjual makanan dan minuman.

Terpisah, Sari, salah satu pedagang yang pernah berjualan bakso di area tersebut, mengatakan, hanya bertahan berjualan selama sekitar empat bulan.

Sempat ramai, namun akhirnya kembali sepi. Terlebih pada hari kerja. Karena sebagian besar pengunjung yang datang pada akhir pekan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved