Wabah Corona di Kalsel

Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Kalsel, Tim Pakar ULM Ungkap Lonjakan Kematian Juli dan Agustus

Gelombang ketiga lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat nampak

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Hidayatullah Muttaqin untuk Bpost
Grafis angka kasus Covid-19 pada gelombang ketiga lonjakan kasus di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat nampak terlihat saat jumlah kasus digambarkan dalam bentuk grafis.

Lonjakan tajam dengan selisih peningkatan jumlah kasus di Kalsel tergambar dari grafis yang disusun berdasarkan data Satgas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel khususnya di Bulan Juni, Juli dan Agustus Tahun 2021.

Menganalisa data tersebut, Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin mencatat kenaikan angka kasus aktif meningkat sembilan dan bahkan sebelas kali lipat dalam rektang waktu tersebut.

Yaitu jumlah penduduk yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 di bulan Juni sebanyak 1.317 kasus, pada Bulan Juli kasus konfirmasi melonjak 9 kali lipat dibanding bulan Juni menjadi 11.925.

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Kalsel Masih Tinggi, Hari Ini Meninggal 19 Orang

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia Hari Ini: Kasus Positif Baru Bertambah 22.053, Angka Kematian Masih Tinggi

Kemudian selama periode 1-23 Agustus jumlah kasus konfirmasi kembali naik 11,6 kali lipat dibanding Juni, yaitu sebesar 15.233 kasus.

"Lonjakan kasus konfirmasi harian dari rata-rata 44 orang per hari yang dilaporkan terinfeksi menjadi 385 orang pada bulan Juli dan 682 orang pada bulan Agustus," kata Muttaqin.

Kasus kematian penderita Covid-19 juga melonjak, di Bulan Juni sebanyak 51 kasus kematian, Bulan Juli 285 dan di Bulan Agustus hingga Tanggal 23 kasus kematian mencapai 645.

"Jika pada bulan Juni tercatat rata-rata 2 orang dilaporkan meninggal setiap harinya, maka pada bulan Juli dan Agustus melonjak menjadi 9 dan 28 orang per harinya," terangnya.

Varian delta yang memiliki karakteristik kemampuan transmisi rata-rata 60 persen lebih besar dibanding varian Alpha dari Inggris, meningkatkan risiko masuk rumah sakit, menyebabkan kasus reinfeksi dan menurunkan efektivitas vaksin diyakini jadi aktor utama penyebab gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 di Kalsel.

Meskipun data sepekan terakhir menunjukkan ada perbaikan situasi dengan penurunan kasus konfirmasi 14 persen, namun penurunan angka kematian kata Muttaqin baru turun 2 persen saja.

Muttaqin juga mengutarakan kekhawatiran jika penurunan tersebut tidak menunjukkan kondisi sebenarnya di tengah masyarakat.

Pasalnya kata dia bisa saja penurunan disebabkan karena menurunnya jumlah penduduk yang diperiksa secara signifikan.

"Tracing masih sangat rendah (dibanding standar WHO) sementara Tingkat Positivitas masih sangat tinggi yaitu 38 persen. Di sisi lain kasus kematian juga masih sangat tinggi," terangnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Banjarbaru, 14 Pasien Covid-19 Meninggal, Terkonfirmasi Positif 74 Kasus

Baca juga: Warga Meninggal Terinfeksi Covid-19 di Tala Bertambah, Total Capai 193 Orang

Penduduk di pemukiman padat di Kota Banjarmasin dan juga di kampung-kampung di daerah menurutnya di tengah kondisi lonjakan besar kasus aktif harus mendapat perhatian serius.

Ia menilai ada risiko banyaknya kasus infeksi dan kematian yang tidak tercatat di kawasan tersebut yang salah satunya disebabkan oleh penolakan warga untuk memeriksakan dirinya atau penyangkalan adanya Covid-19.

Padahal, hal tersebut tentu berisiko menimbulkan risiko baru penularan Covid-19. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved