Kasus Campak di Kalsel

Waspada 175 Orang di Kalsel Positif Campak, Penularan Lebih Cepat dari Covid-19

Saat ini kasus campak juga terjadi di Kalimantan Selatan,tercatat ada banyak yang suspek campak. Ini kata Dinas Kesehatan Kalsel.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Irfani Rahman
FOTO/ISTIMEWA/ISTOCKPHOTO.COM
ILUSTRASI CAMPAK -Beberapa wilayah di Indonesia saat ini masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, penyebaran kejadian luar biasa (KLB) campak di Indonesia semakin meluas. Sampai pekan ke-33 tahun 2025, tercatat 46 KLB campak terkonfirmasi yang tersebar di 42 kabupaten/kota dari 14 provinsi.

“KLB campak pasti ini adalah campak yang setelah pemeriksaan laboratorium positif dan ditemukan antibodi campak pada anak-anak yang menderita gejala,” kata dr Prima Yosephine, MKM, Direktur Imunisasi Kemenkes dalam konferensi pers, Selasa (26/8).

Prima menyampaikan, jumlah kasus suspek campak secara nasional mencapai  23.128 orang, dengan 3.444 pasien terkonfirmasi. Adapun, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi daerah suspek terbanyak, yakni 2.139 kasus. “Campak ini penyakit berbahaya dan menyebabkan kematian, bahkan penularannya lebih cepat dari Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menyinggung cakupan imunisasi masih sangat rendah. Dengan rincian, vaksinasi campak-rubella 1 dan 2 tahun 2025 baru 45 persen dari target 95 persen.

“Tidak menunda dan tidak takut imunisasi. Yakin dan percaya vaksin campak aman dan bermutu, semata-mata untuk melindungi anak kita dari komplikasi penyakit serius,” ucapnya.

Baca juga: Kasus Positif Campak Nihil di Tapin, Dinkes Tetap Waspada dan Lakukan Ini

Baca juga: Tragedi 1 Kilogram Cacing, Alarm Kesehatan Anak Indonesia

Sebelumnya, kasus campak di Sumenep, Jawa Timur dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), setelah 17 orang meninggal. Daerah tersebut juga mencatat ada 2.035 kasus suspek yang tersebar di 26 kecamatan.

Kemenkes RI menyebut, kasus kematian akibat campak di Sumenep mayoritas tidak memiliki riwayat imunisasi dan kebanyakan pasien meninggal karena campak adalah balita.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel), Anhar Ihwan mengungkapkan sudah terjadi enam KLB campak di empat daerah sepanjang Januari-Agustus 2025.

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Banjar (2 KLB), Tanahlaut (2 KLB), Hulu Sungai Tengah (1 KLB), dan Kota Banjarbaru (1 KLB).

“Jumlah kasus suspek campak mencapai 484, dengan 175 positif. Tidak ada kematian, tetapi potensi penyebaran tetap tinggi, terutama di daerah kantong imunisasi rendah,” ujarnya.

Adapun berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan 2024, terdapat sembilan kabupaten/kota berisiko tinggi campak-rubella. Kesembilan daerah tersebut adalah Banjar, Tanahlaut, Kotabaru, Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Banjarmasin, dan Balangan. Sementara itu, risiko sedang ada di Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanahbumbu, dan Banjarbaru.

Namun untuk di wilayah Tapin, hingga minggu ke-34 tahun ini menurut Subkoordinator P2PM Dinas Kesehatan Tapin, Khaidir, AMK, SKM, masih aman.

Menurutnya, berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), tidak ada kasus positif campak yang ditemukan. Namun, ada 12 kasus suspek campak yang terdata.

“Untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) campak seperti yang terjadi di daerah lain, Dinas Kesehatan Tapin melakukan langkah-langkah penguatan,” jelas Khaidir.

Upaya itu antara lain dengan meningkatkan surveilans campak di fasilitas kesehatan, mengoptimalkan pelaksanaan imunisasi, menyebarkan media komunikasi informasi edukasi (KIE) melalui media sosial, serta menyiapkan surat edaran kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak. “Surat edaran tersebut saat ini dalam proses,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Tapin Utara, Ina Nurindah Mardiani, menambahkan hingga saat ini pihaknya belum menangani pasien campak. Namun, ada sejumlah pasien dewasa yang menderita varisela atau cacar. (tar/msr/tribunnews)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved