Kasus Campak di Kalsel

Sejak Januari 80 Kasus Suspek Campak Terdeteksi di HST, 68 Positif

Dinkes HST mencatat sebanyak 80 kasus suspek campak terjadi sejak Januari hingga Agustus 2025.  Sebanyak 69 diantaranya positif

|
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Dinkes HST Untuk BPost
CEK KESEHATAN-Dinas Kesehatan HST saat melakukan cek kesehatan gratis. Di HST Sejak Januari, 80 Kasus Suspek Campak Terdeteksi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 80 kasus suspek campak terjadi sejak Januari hingga Agustus 2025. 

Dari jumlah tersebut, hasil laboratorium menunjukkan 68 kasus positif dan 12 kasus negatif.

Kepala Dinas Kesehatan HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu, (27/8/2025) mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah cepat untuk menekan penyebaran campak di wilayah setempat.

“Upaya yang dilakukan antara lain penyelidikan epidemiologi pada setiap kasus suspek campak, pelaksanaan RCA (Rapid Convenience Assessment) untuk mengetahui status imunisasi bayi dan balita di sekitar wilayah kasus, serta imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap,” jelas dr. Desfi. 

Baca juga: Waspada 175 Orang di Kalsel Positif Campak, Penularan Lebih Cepat dari Covid-19

Baca juga: Pemko Banjarmasin Targetkan Puluhan Ribu Anak Dapatkan Imunisasi Campak Hingga Kanker Serviks

Selain itu, Dinkes HST juga menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal bagi bayi dan balita di wilayah yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). 

“Kami juga gencar melakukan promosi kesehatan tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), termasuk campak, baik melalui penyuluhan langsung maupun media sosial,” tambahnya.

Kegiatan penyelidikan epidemiologi, imunisasi kejar, serta promosi kesehatan dilaksanakan di berbagai titik, seperti posyandu, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Sementara itu, pasien yang terkonfirmasi positif campak sudah mendapat penanganan dan pengobatan.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal, karena ini merupakan upaya terbaik untuk mencegah campak dan penyakit menular lainnya,” pungkas dr. Desfi. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved