Berita Banjarbaru

Kepsek SD Banjarbaru Berburu Siswa Usia 12 Tahun ke Atas Untuk Divaksin

Permintaan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar vaksinasi turut menyasar kalangan pelajar agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas disambut baik K

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
Biddokkes Polda Kalsel Untuk Bpost
ilustrasi: Ratusan mahasiswa dan mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin menjadi peserta Gerai Vaksin Presisi Polda Kalsel di Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Permintaan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar vaksinasi turut menyasar kalangan pelajar agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas disambut baik Kepala Sekolah Dasar di kota Banjarbaru.

Bahkan para pimpinan SD ini langsung menggelar konsultasi dengan Kepala Dinas Pendidikan kota Banjarbaru Muhammad Aswan via daring Selasa mala tadi.

"Kami sudah menggelar google meeting dengan pak Kadis intinya Kadis meminta sekolah mendata siswa yang akan di vaksin," kata Ketua Kelompok kerja kepala Sekolah Dasar (K3SD) kota Banjarbaru, Syakarani Rabu lagi tadi.

Kepala SDN 2 Komet ini menambahkan dalam waktu dekat dia bersama sekolah lain akan mendata siswa SD yang berumur 12 tahun keatas.

Baca juga: Alumni Akpol 2000 Bataliyon Sanika Satyawada Gelar Vaksinasi Massal

Baca juga: VIDEO Lamanya Antrean Vaksinasi di Tapin Utara, 100 Warga Nunggu Dua Bulan Setelah Daftar

Baca juga: TNI AL Kotabaru Gelar Vaksinasi Tahap II ke Masyarakat Maritim, Danlanal: Tetap Patuhi Prokes

Baca juga: Gelar Serbuan Vaksinasi, Mako TNI AL Banjarmasin Dikunjungi Pj Gubernur Kalsel

" Vaksinasi ditujukan bagi anak berusia 12 tahun keatas makanya kami akan cari anak diatas usia itu. Sebab walau masih SD ada saja siswa umur 12 tahun atau diatasnya terutama kelas IV atau kelas IV yang beberapa tahun tidak naik kelas," kata dia.

Jika sudah melakukan pendataan langkah selanjutnya adalah meminta persetujuan pihak orang tua apakah anaknya yang berusia 12 tahun ke atas itu bersedia divaksin atau tidak.

"Nanti kita juga yang terpenting adalah persetujuan orang tua walau umur 12 tahun namun orang tua tidak setuju kita juga tidak bisa memaksa," sambung dia.

Syakarani sendiri sangat berharap vaksin untuk siswa segera direalisasikan mengingat hal ini bisa menjadi syarat untuk bisa menggelar PTM.

Syakarani sendiri mengakui tidak sedikit orang tua siswa yang mengeluhkan sekolah daring atau di rumah.

Pertama sekali siswa kelas 1 sekolah dasar yang kebanyakan tidak mengerti penggunaan gawai sehingga harus dibantu oleh orang tuanya.

"Orang tua juga kadang sibuk bekerja sehingga anaknya yang mendapat tugas sekolah daring tidak ter urus dalam hal belajar mengajarnya," sambung dia.

Bahkan ada anak yang tidak memiliki gawai sama sekali sehingga harus menunggu kedatangan orang tuanya yang bekerja untuk kerjakan tugas yang diberikan oleh guru-guru.

"Makanya saya selalu meminta kepada guru agar tidak memberi batasan waktu dalam mengerjakan tugas secara daring berikan waktu semaksimal mungkin karena kadang anak juga gantian memakai gadget bersama orang tua. Jadi andai mengirim tugas jam 12 malam pun masih tetap diminta diterima," ujar Syakarani.

Walau pun setiap Sabtu pagi digelar zoom meeting untuk orang tua agar anaknya bisa belajar bersama tetap masih kurang efektif.

Pembelajaran daring dibanding dengan tatap muka sangat jauh sekali Dalam hal pemberian materi sehingga banyak anak yang kurang paham terutama yang baru saja masuk sekolah dasar.

Walau sekolah daring namun di SDN 2 Komet tetap minta sebagian guru untuk bergantian hadir ke sekolah.

"Harus tetap ada piket pelayanan di sekolah karena ada juga beberapa alumni yang minta legalisir pindah dan surat-surat lainnya," pungkas dia.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved