Kopi Lokal Tabalong dan Keunikannya
Tanaman Kopi di Tabalong Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Belanda
Tanaman kopi berada di wilayah utara Tabalong yang kondisi geografisnya sebagian besar memang berupa dataran tinggi.
Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Selain dikenal dengan tanaman karetnya yang cuku banyak, ternyata di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalsel, juga ada terdapat tanaman kopi.
Tanaman kopi ini berada di wilayah utara Tabalong yang kondisi geografisnya sebagian besar memang berupa dataran tinggi.
Bahkan dari cerita yang ada, tanaman kopi di Tabalong bukan hal baru, tetapi sudah ada sejak zaman Belanda.
Ini juga diakui Armadi, Owner Warung Kopi (Rungkop) Inspirasi dengan menu khas Kopi Banua Tabalong, Kopi Robusta, Kopi Liberica dan Kopi Pasak Bumi.
Baca juga: Tabalong Berstatus PPKM Level 3, PMI Batasi Pelayanan Donor Darah Keliling
"Yang kami tahu itu, tanaman kopi di Tabalong ini, menurut kabar ya, mulai tahun 1800an pada zaman Belanda," kata pria yang menggeluti tentang kopi lokal Tabalong ini.
Tanaman kopinya waktu itu berada di pesisir sungai di wilayah Muara Uya, Salikung, Binjai Santuun dan Sungai Kumap.
Hingga sekarang di seputaran wilayah tersebut masih ada bisa ditemukan pohon kopi yang memang merupakan tanaman lama.
"Memang kalau kami lihat untuk Muara Uya terutama Desa Santuun yang merupakan pinggiran sungai masih banyak pohon kopi, pohon kopi zaman dululah, yang robusta," ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/donyusman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/armadi-saat-memperlihatkan-produk-kopi-lokal-yang-ada-di-tempatnya.jpg)