Berita Ekonomi
Harga Karet Badar di Tingkat Petani dari Rp 8.200 hingga Rp 9.200
Harga karet ditingkat petani hari ini terpantau di angka Rp 8.200 hingga Rp 9.200. "Ya alhamdulillah. Harga masih stabil di Rp 9000 an," kata salah sa
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga karet ditingkat petani hari ini terpantau di angka Rp 8.200 hingga Rp 9.200. "Ya alhamdulillah. Harga masih stabil di Rp 9000 an," kata salah satu petani karet Saleh, Minggu (29/8/2021) .
Dari harga yang dilansir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel, menujukkan bahwa harga tersebut masih bertahan di harga 8.200 itu di tingkat petani dengan kualitas karet basah dengan K3 40 persen sampai 50 persen. Harga ini adalah penetapan di bulan Agustus 2012.
Sementara harga karet basah setelah panen dari petani di Pabrikan dengan K3 sebesar 53 persen sampai dengan 53 persen diberi harga Rp 11.395 sampai dengan Rp 11.852.
Petani karet di Provinsi Kalimantan Selatan tersenyum manis, pasalnya harga terus membaiknya harga karet bahkan pekan ini kenaikan harga pada K3 100% tembus antara Rp.20.000 -Rp. 21.000. Adapun harga ditingkat petani karet menjadi Rp.8.200 hingga Rp.9.200/kg tergantung Kadar Karet Kering (K3) yang dihasilkan.
Baca juga: Harga Karet di Kalsel Capai Rp 9.200 Perkilogram, Petani Karet Sebut Berbagai Faktor Pemicu
Baca juga: Dirikan Perusda Perdagangan Karet, Bupati Balangan Lengkapi Persyaratan
Baca juga: Tingkatkan Pendapatan Petani, Tabalong akan Gelar Pasar Lelang Karet
Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga karet saat ini. Diantaranya mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong perbaikan sales otomotif, berkurangnya pasokan karet dunia akibat penyakit gugur daun dan serangan penyakit bercak daun (pestalotiopsis), spekulan karet serta pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan (aspal karet).
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi mengatakan bahwa pihak Disbunak selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Kalsel terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
"Dengan bergabungnya petani karet ke UPPB Bokar sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi.
Dijelaskan Suparmi, pihaknya selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Kalsel terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tempat-penyimpanan-karet-lump-di-uppb-dintung-raya-desa-sirap-juai-balangan-kalsel-29072021.jpg)