Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Permintaan Meningkat, Ekspor sawit  Kalsel Naik 100 Persen

Nilai ekspor produk kelapa sawit dan karet dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ke sejumlah negara mulai membaik

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
FOTO HERMANUDIN UNTUK BPOST GROUP
Ilustrasi-Mantri sawit memeriksa kelapa sawit yang baru berbuah, meski sudah tinggi pohonnya di Desa Kait-kait, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (12/2/2020). 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sempat terpuruk di sepanjang 2020 lantaran pandemi Covid-19, sekarang nilai ekspor produk kelapa sawit dan karet dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ke sejumlah negara mulai membaik.

Khusus untuk ekspor produk kelapa sawit, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mencatat pada Juli 2021 nilainya mencapai  USD119.762.213, dengan volume 129.524.362 kilogram.

Jumlah tersebut naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencatatkan ekspor sebanyak 62.855.961 kilogram, dengan nilai USD59.345.544.

Sedangkan untuk ekspor produk karet, pada Juli nilainya sekitar USD1.910.128, dengan volume 1.115.982 kilogram. Padahal, Juni cuma USD756.653 dengan jumlah eskpor sebanyak 41.038 kilogram.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Membaik, Petani Nikmati Hasil

Baca juga: Bupati Kotabaru Hadiri Penanaman Ribuan Bibit Sawit

Kepala Disbunak Kalsel, Hj Suparmi  melalui Kasi Pemasaran dan Promosi, Heri Purwanto menyampaikan, ekspor produk kelapa sawit dan karet dari Kalsel membaik, lantaran permintaan dari negara tujuan meningkat.

"Peningkatan ekspor ini berdasarkan data yang kami terima dari Bea Cukai Kalsel," katanya.

Dia mengungkapkan, negara yang banyak mengimpor produk kelapa sawit dan karet dari Kalsel adalah Thailand, Vietnam, serta negara Asia Tenggara lainnya.

"Beberapa negara dari Eropa juga ada yang mengimpor produk karet dan kelapa sawit kita," ungkapnya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan ekspor produk kelapa sawit dan karet menjadi peluang bagi perusahaan di Kalsel.

"Permintaan selalu banyak. Peluang bagi Kalsel sangat besar untuk menopang ketersediaan," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani membenarkan, komoditas/produk dari perkebunan: kelapa sawit dan karet nilai ekspornya naik signifikan pada Juli 2021.

"Produk kayu dan perikanan juga ekspornya naik," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Kalsel Cari Solusi Perusahaan Sawit Terlanjur Masuk Kawasan Hutan

Dijelaskannya, ekspor dari perkebunan, kehutanan dan perikanan mengalami kenaikan dikarenakan adanya berbagai temuan produk baru.

"Salah satunya menjadikan sawit sebagai bahan bakunya dan tentunya produk sawit kita yang punya daya saing kualitas," jelasnya.(banjarmasinpost /nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved