Berita Kabupaten Banjar
Keripik Singkong Kita asal Martapura Tembus Pasar Brunei Darussalam
Usaha pengolahan keripik singkong Kita berada di Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keripik Singkong Kita adalah produksi rumah tangga yang dirintis keluarga Guru Mulkani sejak lima tahun yang lalu.
Usaha itu hingga kini tetap eksis dan bertahan.
Ada sepuluh karyawan yang bekerja, seperti mengupas singkong, mengoreng, mencampur dengan bumbu sesuai varian rasa, mengemas berbagai ukuran dan memasarkan lewat online.
Letak usaha pengolahan keripik singkong Kita berada di Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca juga: Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Batuah Martapura Ini Punguti Barang Dagangan yang Dapat Dijual
Baca juga: Green House Al Ikhwan, Usaha Guru Madrasah Syafatul Ikhwan Banjar Budidaya Selada Hidroponik
Guru Mulkan mengaku sebelum pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Banjar, setiap hari menghabiskan satu ton singkong.
Itu karena permintaan pelanggan yang banyak.
Kendati bertahan, pengadaan singkong terdampak pandemi.
"Sebelum pandemi itu pengadaan singkong sampai satu ton. Kini sekitar enam pikul. Singkong didatangkan dari Kapuas, Kalteng," kata Guru Mulkani.
Guru Mulkani adalah seorang tenaga pengajar di madrasah diniyah takmiliah kelas III awaliyah, pada Pondok Pesantren Syafatul Ikhwan.
Meski sebagai tenaga pengajar, usaha produksi keripik singkong merek Kita itu tetap dikerjakan dan hasilnya sangat lumayan meningkatkan perekonomian keluarganya.
Semua pekerja yang membuat produksi makanan olahan, seperti keripik singkong, krupuk acan, keripik pisang dan lainnya merupakan kerabat Guru Mulkani yang masih ada hubungan darah dan hubungan perkawinan.
Menariknya, usaha produksi keripik singkong itu awalnya dari singkong yang diberi warga Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura.
Warga Desa Tungkaran itu memberi singkong yang diolah istri Guru Mulkani menjadi keripik dan dibagikan kepada keluarga dan pemberi singkong.
Baca juga: Covid-19 di Tanahlaut Kembali Renggut Dua Nyawa, Ratusan Pasien Masih Jalani Isolasi
Baca juga: Obat Kanker dari Kayu Bajakah Masih Tetap dijual, Kini Tersedia Kemasan Kecil
Ternyata, rasa keripik singkong itu dicicipi pemilik kebun singkong di Desa Tungkaran enak dan disarankan untuk dikemas dalam bungkusan.
Akhirnya, usaha pengolahan keripik singkong dilaksanakan dan setahun kemudian diberi nama Keripik Singkong Kita produksi Azizah.