Milisi Taliban Kuasai Aghanistan

Milisi Taliban Marah dengan AS, Helikopter dan Pesawat Sengaja Dipreteli dan Ditinggalkan

Kelompok Taliban marah dan merasa kecewa setelah AS meninggalkan helikopter dan pesawat dalam keadaan sudah dipereteli.

Editor: M.Risman Noor
AFP PHOTO/WAKIL KOHSAR
Seorang anggota Taliban memerhatikan helikopter rusak yang terparkir di bandara Kabul, pada 31 Agustus 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Milisi Taliban marah dengan pasukan Amerika Serikat.

Pasukan Amerika meninggalkan helikopter dan pesawat, namun sebelumnya dipreteli.

Tersisa setidaknya 48 pesawat yang kemudian disita oleh milisi Taliban.

Kelompok Taliban marah dan merasa kecewa setelah AS meninggalkan helikopter dan pesawat dalam keadaan sudah dipereteli.

Baca juga: INILAH Sosok Pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada, Digadang Jadi Otoritas Tertinggi Afghanistan

Baca juga: Militan Taliban Gunakan Helikopter Black Hawk AS, Gantung Orang Saat Diterbangkan

Pasukan AS melakukan demiliterisasi angkatan udara mereka di Afghanistan, sebelum angkat kaki pada 30 Agustus malam waktu setempat.

Seseorang yang terlihat digantung di bawah helikopter Black Hawk yang sedang dioperasikan oleh Taliban.
Seseorang yang terlihat digantung di bawah helikopter Black Hawk yang sedang dioperasikan oleh Taliban. (Twitter/@TalibTimes Via New York Post](Twitter/@TalibTimes Via New York Post)

Dilansir kompas.com, Al Jazeera yang berkesempatan tur ke bandara melaporkan, demiliterisasi yang dilakukan militer AS membuat milisi marah-marah.

Dalam laporannya, presenter Charlotte Beliis mengatakan, Taliban berharap AS meninggalkan helikopter dan pesawat mereka dalam keadaan utuh.

"Saya kemudian menanyakan kenapa kalian mengira Amerika akan meninggalkan pesawatnya dalam keadaan beroperasi untuk kalian."

"Mereka menjawab 'kami yakin ini adalah aset nasional. Kami adalah pemerintah sekarang. Kami tentu akan menggunakannya dengan baik," kata Beliis.

Baca juga: 1.500 Warga AS Masih Terjebak di Afghanistan, 3 Hari Lagi Tenggat Waktu Operasi Militer Berakhir

Beliis melanjutkan, milisi kecewa dan merasa dikhianati karena mendapatkan warisan persenjataan udara yang sudah dipereteli.

Lebih lanjut, Beliis melaporkan, milisi berharap sisi komersial bandara bisa beroperasi secepatnya sehingga warga bisa bepergian.

Selain pesawat, "Negeri Uncle Sam" meninggalkan 70 kendaraan anti-penyergapan dan ranjau, 27 Humvee, dan 200 warganya di Afghanistan.

Berdasarkan inspeksi AS pada 30 Juni, pasukan Afghanistan mengoperasikan 167 pesawat, termasuk 108 helikopter.

Pejuang pasukan khusus Taliban Badri mengamankan bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun yang brutal - perang yang dimulai dan diakhiri dengan kekuasaan Islam garis keras.
Pejuang pasukan khusus Taliban Badri mengamankan bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun yang brutal - perang yang dimulai dan diakhiri dengan kekuasaan Islam garis keras. (Wakil KOHSAR / AFP)

Sebelum Kabul jatuh pada 15 Agustus, Uzbekistan membenarkan pasukan pemerintah mengirim 46 ke wilayah mereka.

Dilansir Daily Mail, Kamis (2/9/2021), Pentagon menjelaskan, baling-baling dan persenjataan dicabut dari pesawat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved