Breaking News:

Berita Banjarmasin

Oksigen Masih Terbatas, 4 Ribu Pekerja Perkapalan di Kalsel Yang Dirumahkan Mulai Kembali Bekerja

Sebanyak lebih dari 4000 pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi di mulai kembali bekerja meski dengan pasokan oksigen industri terbatas

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Mahyuni 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski dengan pasokan oksigen industri terbatas, sebanyak lebih dari 4000 pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi di Kalimantan Selatan mulai kembali bekerja

Dinas Perindustrian Kalsel mencatat sebelumnya lebih dari 4 ribu pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi harus dirumahkan akibat krisis oksigen di Kalsel.

Krisis oksigen membuat pemerintah menyetop pasokan oksigen untuk industri. Akibatnya industri perkapalan dan rekayasa konstruksi harus berhenti beroperasi. 

"Sekarang mulai kita pasok oksigen untuk industri karena stok oksigen kita sudah berlebih, namun tetap prioritas untuk medis," ujar Kadis Perindustrian Kalsel Mahyuni Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Tingginya Kebutuhan Oksigen untuk Pasien Covid-19, Berdampak pada Sektor Industri Perkapalan

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembuatan Dok PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Kejati Kalsel Tetapkan 4 Tersangka

Jika dahulunya oksigen yang diberikan untuk industri bisa 100 tabung, kini  oksigen yang diberikan untuk industri hanya setengahnya sekitar 50 tabung per hari.

Setiap rekayasa konstruksi misalnya PT Cakra ujar Mahyuni dan perusahaan lain memiliki minimal masing-masing memiliki 30 orang pekerja. Sehingga karena oksigen krisis membuat banyak perusahaan berhenti beroperasi dan merumahkan pekerja.

"Mereka menggunakan oksigen memotong plat baja, jika mereka tidak mendapatkan oksigen maka tidak bisa bekerja," tambahnya.

Jika oksigen untuk industri terus disetop maka dikhawatirkan ujar Mahyuni berdampak bagi pekerja dan keluarganya.

Dipastikan kembali kondisi pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi kini sudah bekerja atau belum, Mahyuni mengaku sudah mulai bekerja.

Sejak 1 September atas kebijakan gubernur Kalsel, membolehkan oksigen disalurkan untuk industri jika ketersediaan oksigen untuk media sudah aman. Hal itu dilakukan demi mendorong pertumbuhan perekonomian dan perindustrian di Kalsel.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Gubernur Paman Birin Sebut Stok Oksigen Aman

Sekarang kini tambah Mahyuni ketersediaan oksigen di rumah sakit sudah aman hingga beberapa hari ke depan.

"Sekarang ketersediaan oksigen di Kalsel masih aman atau lambangnya hijau," tambahnya.

Stok oksigen di Kalimantan Selatan sendiri rincinya sekitar 270 ton sejak akhir Agustus lalu hingga kini. Dengan penurunan kasus Covid 19 di Kalsel maka penggunaan oksigen juga mulai menurun.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved