Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dugaan Korupsi Pembuatan Dok PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Kejati Kalsel Tetapkan 4 Tersangka

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi menyangkut PT Dok & Perkapalan K

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Kajati Kalsel, Rudi Prabowo Aji dalam konferensi pers di momen Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi menyangkut PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari.

"Kasus PT Kodja sudah ada tersangka empat orang," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rudi Prabowo Aji.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 secara virtual dari Kantor Kejati Kalsel, Jalan DI Pandjaitan, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Kamis (22/7/2021).

Lebih spesifik, Asisten Pidana Khusus Kejati Kalsel, Dwianto Prihartono mengatakan, dari empat orang tersangka, dua di antaranya berasal dari unsur pelaksana pekerjaan dan dua lainnya dari unsur pemilik pekerjaan yaitu PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari.

Baca juga: Kejari HSS Tangani Dua Kasus Korupsi, Penyalahgunaan Dana Desa dan Dana Perbankan

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel: Mantan Staf Umum PD Baramarta Ini Sebut Antar Paperbag di Kejari Banjar

Baca juga: Korupsi di Kalsel, Tipikor Dana Desa di Tanbu, Majelis Hakim Agendakan Sidang Putusan Pekan Depan

"Dari unsur pelaksana pekerjaan, tersangkanya berinisial MS dan L sedangkan dari unsur pemilik pekerjaan berinisial AP dan S. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka di pekan kemarin," kata Dwianto.

Aspidsus menjelaskan, dugaan korupsi yang dimaksud terkait penyimpangan pelaksanaan pekerjaan pembuatan dok milik PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari.

Dimana pekerjaan pembuatan dok tersebut merupakan pekerjaan di Tahun Anggaran 2018 dengan nilai pagu sebesar kurang lebih Rp 18 miliar.

Penyidik kata dia bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini masih menghitung berapa besar potensi kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut.

"Masih dihitung bersama BPKP," kata Dwianto.

Meski sudah ada tersangka, namun penyidik sementara belum melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Penyidik kata dia saat ini melakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap para tersangka dan juga saksi-saksi terkait kasus tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved