Harga Bitcoin
Harga Bitcoin Masih Tertahan di Level US$46.251, Resmi Jadi Uang Sah El Savador
El Savador resmi jadikan bitcoin sebagai alat pembayaran. Namun, mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar itu masih tertahan di US$46.251
Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID - El Salvador secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai mata uang nasional, Selasa (7/9/2021).
Namun, pengakuan tersebut tak lantas membuat nilai mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar itu melonjak. Bahkan sejak Selasa malam, harga bitcoin nyungsep lagi.
Setelah turun dari kisaran US$ 52.900 menjadi US$ 42.900 pada Selasa (7/9/2021) malam, hari ini harga Bitcoin masih lesu di angka US$46.251.
Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id di coinmarketcap.com, harga crypto currency Bitcoin pukul 13.23 WIB hari ini hanya mampu naik 0.55% dari hari sebelumnya. Sementara secara mingguan turun 7.05%.
Sebenarnya tren penurunan ini diikuti hampir sebagian besar mata uang kripto favorit. Seperte Ethereum yang ada di angka US$3,496.05 atau turun 7.27% dalam 7 hari terakhir, dan Dogecoin yang hanya di US$0.2553 atau turun 15.35% sepekan.
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini 7 September 2021, Hampir Tembus US$ 53.000 & Begini Dikatakan Analis
Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 725 Jutaan Per Keping, Naik 26 Persen Sebulan Terakhir
Dilansir dari kontan.co.id harga Bitcoin mengalami penurunan besar-besaran di tengah peluncuran undang-undang baru El Salvador yang mengesahkan kripto itu sebagai alat pembayaran yang sah.
Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin menukik tajam pada Selasa (7/9) malam, dari kisaran US$ 52.900 menjadi US$ 42.900. Atau, anjlok hampir 19%, persisnya 18,9%.
Hanya, harga Bitcoin kemudian sedikit pulih, ada di level US$ 46.000. Pada Rabu (8/9) pukul 12.46 WIB, harga aset tertua di dunia itu bertengger di US$ 46.362,47, merosot 11,91% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.
“Kerusakan grafik yang mengerikan terjadi di Bitcoin dan aset kripto lainnya," tweet analis dan penulis kripto Glen Goodman, seperti dikutip The Independent.
“Bitcoin baru saja memantul bersih dari garis resistensi sebelumnya. Apakah ini tes ulang dari garis itu atau awal dari sesuatu yang jauh lebih buruk?” kata dia.
Sebelumnya, pada Senin (6/9/2021) Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan bahwa pemerintahnya membeli bitcoin sebanyak 200 BTC.
Pada penetapan mata uang kripto tersebut sebagai mata uang nasional pada Selasa, El Salvador membeli bitcoin lagi sebanyak 150 BTC.
Dengan demikian, melansir CNN Business, El Savador saat ini memiliki total 550 bitcoin.
Bukele, seorang populis sayap kanan yang naik ke tampuk kekuasaan pada 2019, mengumumkan rencananya untuk menggunakan bitcoin pada Juni.
Dilansir dari Kompas.com, melalui undang-undang yang menetapkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut, tertulis bahwa semua "agen ekonomi" harus menerima mata uang kripto itu sebagai bentuk pembayaran.