Kisah Perjuangan Melawan Corona

Pasutri di Banjarbaru Terkapar Tak Berdaya, Semangat Sembuh Mengalahkan Virus Corona

Meski lemah karena terinfeksi covid-19, lelaki di Banjarbaru ini berupaya untuk sembuh, karena putrinya masih perlu keberadaan orangtua

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Syahruzzaman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah dua tahun pandemi corona atau Covid-19 melanda negeri kita, cukup banyak orang terserang penyakit yang membuat susah bernafas ini.

Tak sedikit yang kehilangan nyawa, namun banyak pula yang selamat dan bisa kembali lega bernapas untuk melanjutkan kehidupan.

Banyak pengalaman orang-orang yang dengan penuh semangat berjuang melawan serangan corona.

Mereka akhirnya mampu melewati masa kritis dan penuh syukur diberi kesembuhan oleh Tuhan sehingga bisa kembali menjalani aktifitas.

Sebagaimana pasangan suami istri asal Banjarbaru ini.

Baca juga: Sensasi Pelihara Kodok Pacman, Bisa Menggigit tapi Tak Berbahaya

Baca juga: Covid Melonjak, Masyarakat Tapin Ramai Berburu Susu Beruang, Toko Kehabisan Stok

Keduanya tergolek lemah di rumah.

Cairan infus menopang asupan nutrisi dan aliran oksigen dari tabung membantu mereka bernapas.

Bagi Syahruzzaman dan Khairiyah, ini merupakan pengalaman hidup yang berharga.

Ketika mereka sama-sama tak berdaya, mereka sempat pasrah, hanya berharap kemurahan Allah SWT untuk memulihkan mereka.

"Pertama terserang corona adalah istri saya, baru kemudian giliran saya. Isolasi mandiri adalah pilihan yang harus dijalani sementara beberapa rumah sakit di Banjarbaru tengah kehabisan kamar rawat inap dan keterbatasan oksigen," ungkap Syahruzzaman.

Hari-hari dilalui pasangan suami istri tersebut di atas sebuah kasur yang diletakkan di ruang tamu.

Ya, ruang tamu menjadi tempat mereka karantina, untuk mengisolasi keduanya dari kedua putri mereka, sementara jika ada keluarga yang datang harus masuk rumah lewat pintu belakang.

Seorang tenaga medis setiap hari mengontrol keduanya.
Memastikan bahwa suami istri tersebut mendapat kemajuan kesehatan hingga genap dua minggu Isoman di rumah.

Sebagai kepala keluarga, dalam kondisi lemah Syahruzzaman terus berupaya untuk sembuh.

Kedua putrinya yang masih kuliah, masih perlu keberadaan orangtuanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved