BTalk
BTalk, Ketahui tentang Batu Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih
Batu ginjal karena ada batu, posisinya bisa di ginjal atau ureter (saluran ke kantung kemih) dan bisa juga di kantung kemih. Bisa diobati atau operasi
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak orang menderita penyakit batu ginjal. Ada yang bisa keluar sendiri saat buang air kecil.
Ada pula yang harus dioperasi. Kenapa bisa ada batu di saluran kemih? Apa gejalanya supaya kita bisa mencegahnya.
Dr dr Eka Yudha Rahman MKes SPU dari RSUD Ulin menjelaskan tentang penyakit ini di program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (13/9/2021) Pukul 13.00 Wita,
Perbincangan ini dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, ditayangkan langsung serta bisa disimak ulang di Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook Online.
Dijelaskan dokter Eka, penyakit ini adalah adanya 'batu' di saluran kemih. Posisi batunya bisa di ginjal atau ureter (saluran ke kantung kemih) dan bisa juga di kantung kemih.
Baca juga: BTalk, Safar Bukan Bulan Sial
Baca juga: BTalk, Tips dari Ahli Nutrisi RSUD Ansari Saleh Banjarmasin tentang Diet yang Baik
"Ginjal juga berfungsi sebagai saringan atau filtrasi, namun ketika ada zat yang berlebihan dan tidak bisa dibuang maka membentuk kristal seperti batu," jelasnya.
Contohnya zat dalam darah berupa asam urat yang berlebihan, jika metabolisme tubuh normal, maka dapat dibuang tapi jika sebaliknya maka ini bisa membentuk kristal dan menjadi batu.
Zat lainnya pemicu batu ginjal adalah oksalat yang berlebihan. Oksalat itu sumbernya dari kacang-kacangan, cokelat, melinjo, bayam, buncis, daging merah, kopi, soda.
"Selama saya bertugas di bagian urologi, memang penyakit batu ginjal saluran kemih ini paling banyak diderita. Penyebabnya banyak, bisa karena suka mengonsumsi air atau makanan tertentu atau kelainan tubuh, bisa pula karena kurang minum," papar dr Eka.
Penyakit pada ginjal bisa pula bukan karena masalah di ginjal, tapi masalah di kantung kemih. Ini dipicu bukan karena makanan dan minuman, tapi kebiasaan diri yang suka menahan buang air kecil.
"Akibat aliran kencing terhambat karena suka menahan kencing, maka bisa juga mengakibatkan infeksi. Selain itu karena pembesaran prostat sehingga ada gangguan aliran kencing atau penyenpitan saluran," terang dr Eka.
Ciri penyakit batu ginjal atau infeksi kantung kemih antara lain air seni berwarna keruh. Saat buang air kecil, terasa sakit. Nyeri pada bagian perut bawah.
Mengetahui kondisi batu di ginjal saluran kemih atau kantung kemih maka secara medis perlu di-rontgen, USG atau CT Scan, sehingga dapat diketahui seberapa ukuran ya dan posisinya.
Kemudian, penanganan tergantung ukuran batunya, jika batu seukuran di bawah 5 milimeter, maka cukup minum obat.
Jika batunya seukuran 5 milimeter sampai 2 sentimeter, dilakukan penghancuran tanpa bedah menggunakan alat bergelombang elektromagnetik yang cukup ditempel di kulit dan gelombangnya menembus ke dalam menuju posisi batu.
Baca juga: BTalk, Cara Beri Pendidikan Seks pada Anak Menurut Sekretaris Himpsi Shanty Komalasari
Baca juga: BTalk, Cara Jitu Ajari Anak Cinta Al-Quran
Apabila batunya seukuran di atas 2,5 sentimeter, maka harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan.
(Banjarmasinpost.co.id/ )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/dr-dr-eka-yudha-rahman-mkes-spu-dari-rsud-ulin-bahas-batu-ginjal-selasa-13092021.jpg)