Breaking News:

Berita HST

VIDEO Enam Hari Gantung Kelambu di Sungai Barabai, Pasutri Tuna Wisma Kini Tempati Petak Sewaan

Pasutri Tunawisma, Syamsudin (95) dan Arpiah (90) akhirnya menempatirumah sewaan setelah sempat gantung kelambu di tepi Sungai Barabai

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID,BARABAI - Nasib Malang dialami suami istri Syamsudin (95) dan Arpiah (90). Pasangan yang mengaku berasal dari Desa Tabuan,Kecamatan Halong,Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)ini mengaku tak memiliki rumah alias tuna wisma.

Beberapa bulan lalu, setelah sempat menyewa rumah  di Sungai Tabuk, Barabai, mereka tak mampu lagi membayar uang sewa, sehingga harus keluar dari rumah sewaan tersebut.

Tak tahu harus kemana, pasutri yang sudah lansia dan mengaku memiliki tiga anak itupun sempat tinggal di tepi sungai Barabai, tepatnya di jalan samping kediaman Bupati HST.

Mereka sempat telantar, dan menggantung kelambu di pinggir sungai yang ada bangunan warung  tanpa lantai dan dinding untuk tidur.

"Sempat enam hari tidur di bangunan warung tanpa dinding dan lantai itu kami hanya menggantung kelambu,"tutur Syamsudin saat ditemui di rumah sewaan di Kampung Jawa, Barabai, Kamis (23/9/2021).

Setelah ramai dan viral di sosial media tentang keberadaannya yang telantar bersama istri akibat tak punya uang menyewa rumah, rupanya ada dermawan yang memberi mereka uang.

Kakek dan nenek itupun sempat hendak menyewa rumah dengan tarif Rp 400 ribu per bulan. Namun kondisi rumahnya jauh dari layak huni karena lantainya hanya berupa tanah kering bekas lumpur banjir bandang lalu.

Oleh Maulidil Fajri, Youtuber pemilik akun maulidil fajri official bersama  Relawan Peduli Sesama (RPS) Barabai, merekapun membantu mencari rumah layak huni hingga akhirnya menemukan rumah petak sewaan yang ditinggali sekarang, dengan alamat masih di sebuah gang di Kampung JawaJalan PH M Noor Barabai.

"Tarifnya sama, Rp 400 ribu per bulan namun sudah termasuk listrik dan leding. Alhamdulillah pemilik rumahnya juga ada niat membantu mereka dengan tarif tersebut. Untungnya di rumah sewaan sebelumnya belum di bayar,jadi bisa pindah,"ungkap Maulidil Fajri, yang selama ini membantu mengelola dana bantuan untuk kakek dan nenek tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved