Breaking News:

Berita Batola

Film Pendek Dokumenter Karya SMKN 1 Marabahan Tembus Terbaik 4 FLS2N 2021

Prestasi apik dibukukan siswa SMKN 1 Marabahan melalui film pendek dokumenter yang mereka garap.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri
Salah Satu Potongan film pendek dokumenter 'Mendeng' karya siswa SMKN 1 Marabahan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Prestasi apik dibukukan siswa SMKN 1 Marabahan melalui film pendek dokumenter yang mereka garap.

Bagaimana tidak, film dokumenter berjudul 'Mendeng' yang mengusung kearifan lokal masyarakat Bakumpai ini berhasil menjadi terbaik 4 di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021.

Disampaikan Azhar, siswa SMKN 1 Marabahan sekaligus Sutradara 'Mendeng', pengumuman hasil lomba ini berlangsung pada pertengahan September lalu.

Selama penggarapan, Azhar bersama kru mengaku banyak belajar dari sumber internet. Seperti gaya pengambilan gambar dan tata letak serta pergerakan pemeran.

Baca juga: Sinopsis Film Black Widow, Dibintangi Natasha Romanoff Tayang di Seluruh Bioskop Indonesia

"Sedikit dipermudah, penggarapan film Mendeng ini sepenuhnya mengangkat kehidupan keseharian pemeran. Yakni mengenai kehidupan pengrajin anyaman purun," terang Azhar.

Namun di sisi lain, lanjutnya, juga ada beberapa kendala seperti turunnya hujan. Sehingga perlu waktu yang lebih lama untuk pengambilan visual.

Nuansa kearifan lokal juga terasa kental dalam dokumenter berdurasi 5 menit ini. Karena pemeran menggunakan bahasa daerah, Dayak Bakumpai, yang mana merupakan bahasa masyarakat setempat.

"Tentunya bersyukur bisa mencapai peringkat 4 ini, karena berhasil menyisihkan 30 peserta lainnya dari total 34 sekolah di tingkat nasional," tutur Mulyani, guru pembina seni SMKN 1 Marabahan.

Capaian ini juga merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai perwakilan-perwakilan Kalimantan Selatan di FLS2N tingkat nasional.

Sebelum berhasil menembus terbaik tingkat nasional, SMKN 1 Marabahan sudah rutin mengirimkan film pendek, sejak kategori ini dilombakan pada 2016.

Mulyani juga menambahkan, terakhir di FLS2N 2020, pihaknya mengikuti kategori film pendek dokumenter dan fiksi, mereka berhasil menempati peringkat lima untuk kategori dokumenter di tingkat provinsi.

"Berangkat dari pencapaian itu, anak-anak semakin bersemangat. Sejumlah alumnus pun bersedia meluangkan waktu untuk membantu," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved