Berita Banjarmasin
Dari Warga untuk Warga, Ibnu Sina Resmikan Program TUMI Inclusive Banjarmasin
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meresmikan program percontohan berbasis warga ‘TUMI Inclusive Banjarmasin’
Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meresmikan program percontohan berbasis warga ‘TUMI Inclusive Banjarmasin’, Kamis (30/9/2021).
Program ini terdiri dari tiga inisiatif: zona sekolah yang aman dan inklusif, mobilitas inklusif, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,
Kegiatan ini turut pula menandai perayaan atas beragam pencapaian Program ‘TUMI Inclusive Banjarmasin: Urban Mobility and Accessibility for All’.
Peresmian ini menyusul kemenangan Global Urban Mobility Challenge (Kompetisi Mobilitas Perkotaan Tingkat Dunia) di tahun 2019 silam yang mana di tahun yang sama TUMI Inclusive Banjarmasin mulai dikerjakan.
Baca juga: Gandeng Kota Kita, Pemko Banjarmasin Akan Terapkan Program Kota Inklusif
Baca juga: KalselPedia - 2012 Terapkan Pendidikan Inklusif, SMKN 1 Martapura Tampung Anak Berkebutuhan Khusus
TUMI atau Transformative Urban Mobility Initiative yang secara garis besar merupakan program implementasi global yang bergerak untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai perencanaan kota yang inklusif.
Melalui proses yang mendorong partisipasi warga dan keterlibatan multi-pihak, program ini berhasil mengimplementasikan tiga proyek percontohan di antaranya Zona Sekolah Aman dan Inklusif, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan lalu lintas yang ada di zona sekolah inklusif untuk meningkatkan keamanan dan aksesibilitas.
Layanan Mobilitas Inklusif untuk Membuka Peluang Ekonomi Baru, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dalam mobilisasi melalui pembuatan motor roda tiga yang dapat digunakan sebagai layanan mobilitas baru di Kota Banjarmasin dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Program ini bertujuan untuk memperbaiki manajemen sampah berbasis masyarakat di Kampung Gadang yang berlokasi di sekitar area percontohan zona selamat sekolah.
Alih-alih mengundang ahli dari luar untuk datang dengan berbagai ide besar, untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik TUMI justru menampung aspirasi serta partisipasi warga Kelurahan Gadang sendiri,—termasuk di dalamnya anak-anak dan penyandang disabilitas—dilakukan dalam perencanaan program percontohan ini.
Hal ini dilakukan guna mendapatkan aspirasi dan masukan dari warganya sendiri.
"Sehingga program yang diimplementasikan dapat menciptakan lingkungan yang benar-benar dibutuhkan warga, sesuai dengan tagline, dari warga untuk warga," terang Ibnu Sina, dalam peresmian yang dihadiri Kamis siang melalui aplikasi zoom meeting.
“Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi program TUMI Inclusive Banjarmasin yang telah mendukung aspirasi warga Kota Banjarmasin dalam upaya mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai Kota Inklusi, terutama atas proses kolaborasi dan koordinasi semua pihak," lanjut Ibnu Sina.
Ditambahkannya, upaya Kota Banjarmasin sebagai Kota Inklusi tidak berhenti sampai di sini.
Program ini telah memberi inspirasi untuk melihat potensi replikasi di tempat lain di Kota Banjarmasin.
Ia berharap, skema kolaboratif dan partisipatif yang diimplementasikan di program TUMI Inclusive Banjarmasin bisa menjadi pedoman dalam membangun Kota Banjarmasin ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/salah-satu-proyek-percontohan-tumi-di-kota-banjarmasin.jpg)