Berita Kotabaru
Besok KMP Bamega Jaya Setop Operasional, Warga Pulau Sebuku Kotabaru Kembali Gunakan Kapal Kayu
Penggunaan kapal kayu oleh warga Pulau Sebuku karena KMP Bamega Jaya stop operasional untuk pemeliharan.
Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Warga di delapan desa di Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan mulai besok hingga berapa minggu ke depan kembali menggunakan kapal kayu sebagai transportasi.
Penggunaan kapal kayu untuk angkutan barang dan orang, karena feri yang dikelola PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) mulai besok stop operasional.
Berhentinya operasional KMP Bamega Jaya oleh pihak PT ASDP, sebab feri yang melayani penyeberangan Teluk Gosong ke Pulau Sebuku akan dilakukan pemeliharaan atau docking.
Hal itu dibenarkan Kepala Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku, H Ilham kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (4/10/2021).
Baca juga: Manfaatkan Lahan Kosong, PBSI Kotabaru Sediakan Tempat untuk Pedagang Angkringan
Baca juga: Jadi Rest Area, Wisata Hutan Meranti Kotabaru Tawarkan Wisata Penangkaran Rusa
Menurut Ihlam, dengan tidak beroperasinya sementara KMP Bamega Jaya, masyarakat kembali menggunakan kapal kayu sebagai angkutan barang dan orang dari Pulau Sebuku ke pusat ibu kota kabupaten atau sebaliknya.
"Terpaksa menggunakan kapal kayu lagi. Untungnya sekarang kondisi laut mulai tenang," jelas Ilham.
Namun menjadi persoalan kompleksitas, geliat ekonomi masyarakat di Pulau Sebuku ikut terganggu.
Dengan tidak beroperasinya sementara feri, pedagang-pedagang dari luar yang menggunakan mobil tidak bisa masuk.
Baca juga: Narkoba Kalsel - Buang Sabu dan Sempat Terjadi Pengejaran, Dua Pelaku di Tabalong Diciduk
"Warga yang menggunakan mobil juga tidak bisa. Selain mobil-mobil angkutan membawa material," ucap Ilham.
Manager Usaha PT ASDP Batulicin-Kotabaru Ahmad Sunedi, membenarkan mulai besok hingga 20 hari ke depan KMP Bamega Jaya setop operasional karena docking.
Menurut Sunedi, docking rutin setiap tahun wajib dilakukan di Banjarmasin.
Selama docking tidak ada kapal pengganti.
"Ya, karena (docking) wajib dilakukan," pungkas Sunedi melalui telepon genggamnya.
BANJARMASINPOST.CO.ID/Helriansyah