Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kalsel Usulkan Pangeran Hidayatullah dan Datu Kalampayan Jadi Pahlawan Nasional

Dinas Sosial Kalimantan Selatan mengusulkan Pangeran Hidayatullah serta Syekh Muhammad Arsyad Albanjari sebagai pahlawan nasional

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Syekh Muhammad Arsyad Albanjari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mengusulkan Pangeran Hidayatullah serta Datu Kalampayan, Syekh Muhammad Arsyad Albanjari sebagai pahlawan nasional.

"Ini kesempatan kita terakhir mengusulkan Pangeran Hidayatullah sebagai pahlawan nasional. Sebelumnya kami juga mengusulkan beliau, tapi gagal karena ada versi statement menganggap beliau menyerah kepada penjajah Belanda," papar Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Mugeni SSos di sela-sela acara Kegiatan Restorasi Sosisl, Senin (4/10/2021).

Adanya pernyataan tersebut, sehingga tidak bisa diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Namun ada statemen lain, Pangeran Hidayatullah ditipu dan ditangkap Belanda.

Pihaknya masih berusa mencari dokumen pernyataan itu sekaligus akan menyeminarkannya.

Baca juga: 60 Guru dan Tokoh Masyarakat Kalsel Ikuti Kegiatan Restorasi Sosial

Baca juga: Kebakaran di Banjarmasin, Api Berkobar di Sungaiandai Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Pemerintah Republik Indonesia telah menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama tahun 1999 kepada Pangeran Hidayatullah berkat jasa-jasa kepada bangsa dan negara.

Pangeran Gusti Andarun bergelar mangkubumi Pangeran Hidayatullah kemudian bergelar Sultan Hidajat Oellah Halil Illah (bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman), atau disebut juga Hidayatullah II lahir di Martapura tahun 1822 dan meninggal di Cianjur, Jawa Barat, 24 November 1904 pada umur 82 tahun adalah salah seorang pemimpin Perang Banjar.

Pangeran Hidayatullah adalah Sultan Banjar yang dengan tipu muslihat penjajah Belanda menyandera ibunya.

Sultan Hidayatullah ditangkap dan kemudian diasingkan bersama dengan anggota keluarga dan pengiringnya ke Cianjur pada 2 Maret 1862.

Di sana dia tinggal dalam suatu permukiman yang sekarang dinamakan Kampung Banjar/Gang Banjar.
Sultan Hidayatullah wafat dan dimakamkan di Cianjur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved