Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Aura Hutan Galam Perawan di Lingkungan Tambang

Habitat hutan galam yang masih alami di Kalsel masih bisa dijumpai di kawasan kantor PT Jorong Barutama Greston (JBG) di Desa Swarangan Tala

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Bagi orang Kalimantan, kayu alam (melaluca cojuputi) sangat fimiliar. Apalagi kehidupan warga tempo dulu di pulau Borneo apalagi di Kalimantan Selatan (Kalsel) begitu dekat.

Hingga sekarang pun sebagian kehidupan warga di Banua ini juga masih lekat dengan kayu galam. Tak cuma bermukim di sekitar habitat kayu galam, tapi juga menjadi bahan utama bangunan rumah maupun gubuk.

Namun seiring putaran waktu, kayu galam sekarang terus menyusut. Mendapatkan yang berukuran panjang lima meter ke atas mulai susah. Maklum, habitat kayu hutan tropis ini pun umumnya telah terjamah tangan-tangan manusia.

Gencarnya eksploitasi menyebabkan habitat galam makin menyusut luasannya. Tegakan yang ada pun umumnya pendek-pendek dan meski ada yang panjang namun sulit mencari yang benar-benar lurus.

Meski begitu masih ada habitat hutan galam yang masih alami di Kalsel. Setidaknya hal itu bisa dijupai di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Persisnya di kawasan kantor PT Jorong Barutama Greston (JBG).

Habitat hutan galam setempat benar-benar masih murni atau perawan karena belum tersentuh tangan-tangan manusia.

Manajemen perusahaan penanaman modal asing dari Thailand tersebut sengaja menjaga, melestarikan, dan mengamankannya.

"Baru di lingkungan kantor JBG itu saya melihat hutan galam yang betul-betul masih sangat alami. Sungguh keren habitat alami galam itu," ucap Rahmat, warga Pelaihari, Senin (11/10/2021).

Ia menuturkan beberapa bulan lalu bertandang ke JBG dan berkesempatan melihat dari dekat hutan galam perawan tersebut.

"Kemarin itu pas bikin artikel tentang pelestarian hutan tropis, pas denger di sana ada hutan galam perawan, jadi saya ke sana," paparnya. 

Dikatakannya, akar serabut terlihat begitu tebal bak selimut yang menutupi permukaan.

"Itu terlihat nyata yang di area rawa. Baru ini saya melihat akar serabut kayu galam setebal itu," sebut karyawan swasta ini. (banjarmasinpost.co.id.idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved