Breaking News:

Berita Tabalong

KPK Masih Berada di Tabalong, Lanjutkan Pemeriksaan Kasus OTT HSU

Hari kedua tim KPK meminjam tempat di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, dalam rangkaian pemeriksaan sejumlah saksi

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/dony usman
petugas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, saat menanyai pengendara mobil dinas berplat merah milik Pemkab HSU yang datang   

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemeriksaan sejumlah saksi dari tindak lanjut Operasi Tangkap Tangan (OTT) \di Hulu Sungai Utara (HSU), masih terus berlangsung.

Tim Komisi Penegakan Korupsi (KPK) kembali berada di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel, Kamis (14/10/2021).

Ini merupakan hari kedua tim KPK meminjam tempat di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, dalam rangkaian pemeriksaan sejumlah saksi.

Terpantau saat ini petugas dari KPK sudah berada di lokasi, kemudian juga ada beberapa orang yang diduga sebagai saksi datang dengan mengendarai beberapa unit mobil.

Baca juga: Pemkab Tabalong Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya

Baca juga: Kasus OTT KPK di HSU, Markas Brimob Tabalong Jadi Tempat Diperiksanya Eks Ajudan Bupati HSU

Saat ditanya persoe\nel brimob yang berjaga di gerbang pintu masuk, mereka yang datang mengaku untuk memenuhi undangan KPK.

Selain mengendarai mobil berplat hitam ada pula terlihat mobil dinas dengan plat merah milik Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sementara itu, Danki 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, AKP Taufik Ginanjar Saputra, yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Kamis (14/10/2021), membenarkan setelah hari kemarin, kegiatan KPK di tempatnya kembali berlanjut.

"Untuk KPK masih berlanjut," ujarnya.

Baca juga:  Lukisan Mural Bikin Tembok Pagatan Tanbu Tak Kumuh Kembali Dirusak Oknum Warga

Diketahui, keberadaan KPK \di Tabalong dengan meminjam tempat di mako Brimob sebagai tindak lanjut OTT kasus suap proyek irigasi Banjang dan Kayakah di Kabupaten HSU.

Sebelumnya, tiga tersangka telah ditetapkan yakni Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten HSU, Maliki dan dua direktur kontraktor swasta, Fachriadi dan Marhani.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved